20 Tahun tanpa Eksplorasi

Presiden Virginia Indonesia Company (Vico) Tumbur Parlindungan memproyeksikan masih ada potensi minyak dan gas di Blok Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menurut dia, potensi yang bisa digenjot tiga sampai empat kali dari produksi saat ini. “Potensinya besar. Sebab, sudah 20 tahun tidak melakukan eksplorasi,” ujarnya di Kutai Kartanegara, Selasa malam lalu. Keputusan tidak melakukan eksplorasi, kata Tumbur, disebabkan tidak ada kejelasan perpanjangan kontrak. Adapun masa kontrak pengoperasian wilayah kerja Sanga Sanga tak lama lagi akan berakhir. Menurut dia, produksi minyak dan gas pada akhir Juli 2018 masingmasing sebesar 10.753 barel per hari (bph) dan 80,7 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).

Direktur Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso mengatakan perusahaan akan berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas di wilayah kerja Sanga Sanga, dengan investasi US$ 237 juta. Tahun ini akan dilakukan pengeboran di dua sumur dan tahun berikutnya meningkat menjadi 29 sumur. “Harapannya, produksi bisa kembali ke awal,” kata dia. Vico tercatat memulai produksi di Sanga Sanga pada 1972. Jumlah minyak dan gas yang dihasilkan masih di bawah 10 ribu bph dan 200 MMSCFD. Puncak produksi Vico terjadi pada periode 1990-2000. Saat itu, minyak yang dihasilkan rata-rata mencapai 40-50 ribu bph dan gas sebanyak 1.000-1.700 MMSCFD. Namun penurunan drastis terjadi memasuki 2007. Sejak itu, produksi migas Vico melorot 70 persen.

Penurunan terus bertambah pada 2015 sebesar 40 persen. Direktur Pertamina Hulu Sanga Sanga, Andi Wisnu, menyatakan hal utama yang membuat Pertamina optimistis mengelola wilayah kerja itu karena masih adanya potensi. Selain itu, dekatnya wilayah kerja Sanga Sanga dengan Blok Mahakam bisa mendorong efisiensi dalam pengoperasiannya. “Masih adanya potensi yang kami tawarkan untuk dikelola Pertamina,” kata dia. Blok Sanga Sanga diperkirakan masih memiliki estimasi kumulatif produksi sebesar 258 juta barel setara minyak (MMBOE). Kendati kondisi lapangan sudah tua, pemerintah berharap Pertamina bisa menahan laju penurunan produksi. Wilayah kerja Sanga Sanga berpusat di Muara Badak, di pesisir timur Kalimantan Timur. Pada 1973, Vico awalnya menemukan minyak, dan pada 1977 mulai menemukan gas. Sampai hari ini, ada tujuh lapangan gas di wilayah kerja itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *