Monthly Archives: August 2020

Remote Control Parking

Teknologi ini memungkinkan Anda memarkir BMW Seri-7 terbaru di ruang yang sempit tanpa perlu dikendarai dari balik kemudi. Lewat anak kunci yang berfungsi sebagai remote control, Anda dapat memaju-mundurkan mobil sejauh sekitar 5 meter tanpa dikemudikan sama sekali. Tinggal tekan tombol dan menyentuh display mungil di anak kunci, Anda dapat menyalakan mesin, menjalankan mobil dan kemudian mematikan mesin dari luar mobil.

Mobil akan mengerem sendiri dengan cara mendeteksi saat ada obyek di depan atau belakangnya sudah mendekat. Fungsi ini sangat berguna saat harus parkir di tempat yang sempit, dimana pintu mobil tak dapat dijadikan akses keluar-masuk sopir. Anda tinggal memarkir mobil searah ruang parkir yang sempit itu dan kemudian keluar mobil untuk mengemudikan mobil secara remote lewat anak kunci. “Sensor-sensor di sekeliling mobil akan mendeteksi secara otomatis kapan mobil akan berhenti,” jelas Marcus Behrendt, Head of User Experience BMW AG.

Sedemikian majunya teknologi ini di mobil produksi massal hingga membuat BMW mensosialisasikan terlebih dulu ke regulator di Eropa soal perangkat ini. Maklum, belum ada satupun mobil produksi massal yang memakai perangkat ini. Menurut Marcus, regulator sangat concern soal safety saat mobil bisa berjalan sendiri tanpa sopir di dalamnya.

“Buat saat ini (Agustus 2015) sedang proses untuk perizinan di Eropa. Dalam 1-2 bulan ke depan akan keluar dan dapat dijual ke konsumen. BMW juga akan bekerja sama dengan regulator atau pemerintah di negara-negara lain soal izin pemakaian perangkat ini,” tambah Marcus. Meski Remote Control Parking bekerja lewat gelombang radio tapi Marcus yakin frekuensinya aman dan tak akan terpengaruh dengan sinyal gelombang lain.

Calon Pembeli Merenovasi Rumah Tanpa Izin

Pak Yulius, beberapa bulan yang lalu saya menerima uang muka dari pembeli rumah saya dan ada kuitansinya. Pembeli mengatakan secara lisan kepada saya akan melunasi pembayaran rumah dalam 3 bulan lagi. Akan tetapi, sebulan setelah saya menerima uang muka, saya mendapati rumah tersebut sudah direnovasi oleh pembeli tanpa izin dari saya. Padahal saya belum memperoleh pembayaran secara lunas. Menghadapi situasi seperti, apa yang bisa saya lakukan? Mohon saran dari Bapak. Terima kasih.

Bapak Romi yth., terima kasih atas pertanyaannya. Terkait pertanyaan Bapak tersebut, langkah yang selalu kami sarankan adalah Bapak mengadakan musyawarah dengan calon pembeli rumah Bapak guna menemukan solusi yang terbaik. Bapak berhak untuk meminta calon pembeli untuk melakukan pelunasan secara penuh dan melakukan jual beli rumah dalam waktu yang singkat dan sesegera mungkin.

Mengingat calon pembeli telah ingkar janji kepada Bapak dengan belum melakukan pembayaran secara penuh, namun elah memanfaatkan rumah Bapak dan bahkan telah melakukan A renovasi rumah tersebut tanpa izin dari Bapak. Apabila telah ada kesepakatan kapan pembeli akan melakukan pembayaran dalam waktu dekat, maka kami merekomendasikan agar sesegera mungkin dilakukan penandatanganan akta jual beli.

Namun demikian, apabila tidak dalam jangka waktu dekat untuk dilakukan pembayaran, kami sarankan kepada Bapak untuk mengadakan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan calon pembeli tersebut. Dalam PPJB tersebut, intinya ditetapkan kapan akan dilakukan pembayaran secara lunas atas rumah tersebut dan konsekuensinya apabila hal tersebut tidak dilakukan, misalnya calon pembeli akan mengembalikan rumah Bapak dalam kondisi semula atau Bapak akan diberikan ganti rugi sejumlah uang. Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan. Semoga penjelasan singkat ini dapat berguna bagi Bapak.

Dalam hal merenovasi rumah butuh adanya kontraktor yang handal dan terpercaya agar semua pekerjaan renovasi berjalan lancar dan tanpa kendala. Karena tak jarang ada kendala dan biaya tambahan yang terduga akibat dari ketidaktelitian kontraktor. Jasa renovasi rumah di semarang terpercaya bisa menghubungi Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik. Yang telah berpengalaman diberbagai bentuk renovasi rumah.

Mindful Eating Seni Menghargai Makanan

“Saya sadar sih, membiarkan Rio makan sambil menon- ton televisi enggak bagus. Tapi gimana, kalau enggak diizinkan begitu, makannya lama banget. Terus yang masuk cuma berapa sendok. Makanya dia selalu makan sambil nonton Disney Channel,” cerita Mama Ranti tentang putranya yang berusia 4 tahun. Ya, kita sering mendengar cerita-cerita seperti ini.

Masih banyak Mama yang membiarkan anaknya makan disuapi sambil jalan-jalan, ada yang sambil bermain gadget, bahkan sambil diajak main di teras. Tujuannya, ya itu tadi, yang penting anaknya mau makan. Kalau papa-mamanya lain lagi. Pastinya pernah melakukan kegiatan makan yang dibarengi melakukan kegiatan lain.

Seperti: makan dibarengi melihat acara televisi, ngemil dan bekerja dengan laptop, mengunyah sarapan pada saat berangkat ke kantor, dan kegiatan lain yang bisa menghemat waktu sambil mengisi perut. Padahal, kegiatan-kegiatan tersebut membuat kita jadi tidak fokus dalam menyantap makanan atau yang disebut mindless eating (makan tanpa kesadaran).

Fokus Hanya Pada Makanan

sat-jakarta.com – Mengajari anak menghargai makanan bisa dilakukan sejak dini. Saat anak mulai dikenalkan MPASI (makanan pendamping ASI), meskipun masih digendong Mama, hendaknya duduk bersama di meja makan. Suapi dengan cara sesendok demi sesendok dan dengan perlahan, tunggu sampai si kecil menelan kemudian baru disuapi lagi. Ajari anak untuk fokus pada makanan, janganlah biarkan televisi menyala ataupun Mama asyik mengobrol bersama orang lain.

Baca juga : Kursus IELTS Terbaik di Jakarta

pada usia 1 tahun ketika anak mengenal finger foods, dudukkan di kursi makannya sendiri, dan biarkan ia makan secara lahap sampai selesai, jangan ada suara-suara di sekitarnya agar ia fokus pada makanannya. Belajar makan perlahan dan fokus pada makan inilah yang menjadi pelajaran bagi si kecil tentang cara menikmati makanan. Selain itu, belajar makan secara perlahan juga merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita. Konsep mindful eating ini merupakan metode makan yang ideal untuk tubuh, yaitu fokus dan sadar pada makanan yang dimakan.

Konsep ini telah dikaji ulang sebagai metode makan yang ideal untuk tubuh, yaitu fokus dan sadar pada momen yang kita alami, merasakan apa yang dialami oleh tubuh, dan menyadari apa rasa, aroma, tekstur, serta warna dari makanan. Kita juga bisa menghindari gangguan yang muncul saat makan dan belajar untuk tidak lagi mengeluhkan apa yang kita makan. Dengan makan perlahan, kita memberi waktu kepada tubuh untuk memberi sinyal ketika sudah kenyang.

Puas makan berbeda dari sekadar kenyang makan tanpa mengingat rasa dari makanan itu. Saat kita makan secara perlahan, pencernaan bekerja dengan lebih baik. Anak-anak akan terkendali berat badannya dan mereka puas dengan yang mereka makan. Mereka juga cenderung bersyukur dengan apa yang disajikan sehingga menghindarkan mereka dari pilih-pilih makanan. Sebaliknya, jika makan dengan terburu-buru, pencernaan bekerja lebih berat, makanan tidak lagi terasa nikmat. Setiap kali makan terasa begitu cepat, padahal waktu ideal yang dibutuhkan tubuh adalah 20 menit.

Kenyataannya, makan sambil berjalan-jalan, menonton televisi atau melakukan aktivitas lain, membuat anak-anak makan lebih cepat, sering kali makan bahkan kurang dari 10 menit. Penelitian yang dilakukan oleh University of Rhode Island menemukan ada nya pengaruh kecepatan makan dengan proses pencernaan makanan. Anak-anak yang terburu-buru menelan sebelum selesai mengunyah, makan 87,8 gram makanan per menitnya.

Sedangkan mereka yang makan secara perlahan mengonsumsi 56,6 gram makanan per menitnya. Studi lain yang dilakukan pada perempuan yang melakukan kegiatan makan secara terburu-buru, yaitu 646 kalori dalam waktu 9 menit. Sedang kan perempuan yang makan perlahan menghabiskan 579 kalori dalam waktu 29 menit. Ini berarti semakin cepat kita makan, semakin banyak jumlah asupan kalorinya.

Selain pencernaan bekerja lebih wajar, makan perlahan juga membuat kita minum air lebih banyak dibandingkan makan dengan terburu-buru. Minum air putih saat makan bisa mengendalikan jumlah makanan yang kita konsumsi. Untuk itu, perlambat kecepatan makan kita, nikmati apa yang sedang kita kunyah.