4 Tips Mengatasi Bahaya Bulu Kucing Karena Alergi Dengan Alami

Kucing salah satu hewan peliharaan yang banyak disukai, bahkan ada banyak sekali kucing ras yang memiliki harga sampai ratusan juta rupiah lhoh. Cantiknya hewan ini membuat banyak anak-anak menyukainya dan serngkali para orang tua melarang memelihara kucing karena bahaya yang bisa diberikan.

Minitab Crack

Apakah benar memelihara kucing di rumah berbahaya? Banyak pro dan kontra mengenai masalah ini. Ada yang menganggap kucing adalah hewan yang membawa penyakit adapula yang tidak percaya. Sebenarnya sifat berbahaya yang diberikan oleh kucing kembali lagi pada manusia yakni pemeliharaan yang tepat.

Kucing termasuk hewan yang bersih karena mereka memiliki kemampuan untuk memandikan dirinya sendiri. Sifat berbahaya yang ditularkan oleh kucing adalah karena lingkungan di mana mereka tinggal, apakah makanan yang mereka konsumsi dan bagaimana mereka berinteraksi dengan hewan lainnya.

Kenapa Kucing Liar Bisa Berbahaya?

Kucing kampung atau kucing liar yang banyak ditemukan di jalanan adalah jenis kucing yang tempat tinggalnya belum tentu bersih. Kebanyakan dari mereka pemakan tikus yang membawa virus. Nah dari sinilah virus ditularkan pada manusia, jadi sebenarnya kucing tidak bersalah dalam hal ini.

Jadi tidak berbahaya jika ingin memelihara kucing di rumah asalkan perawatan seperti grooming, makanan dan tepat tinggal mereka terjamin bersih. Apalagi jenis kucing berbulu panjang atau kucing ras seperti persia, anggora, maincone, rusian blue dan ras lainnya. Perawatan extra seperti vaksin, grooming rutin dan jenis makanan yang berkualitas baik harus terus dijaga.

Namun tetap saja mereka akan meninggalkan bulu yang seringkali mengganggu. Ada banyak bahaya bulu kucing yang tertinggal dipakaian, di sofa bahkan di tempat tidur kita. Terutama bagi yang memilki alergi debu maka bulu kucing akan sangat mengganggu membuat bersin atau sesak nafas akibat bulu kucing masuk ke hidung.

Lalu, bagaimana menghindarinya padahal sudah ingin sekali memelihara hewan yang yang lucu ini? Selain menjaga kebersihan dan perawatan kucing, berikut ini tips mengatasi bulu kucing bagi yang mengidap alergi.

1. Cuka apel

Cuka apel adalah bahan yang mudah didapatkan di supermarket. Kandungan vitamin, mineral dan kaliuy akan menghilangkan alergi bulu kucing yang masuk ke hidung. Cuka apel akan menghilangkan kotoran termasuk bulu kucing yang menimbulkan bersin-bersin. Cuka apel akan mengurangi produksi lendir hingga menyembuhkan masuk angin.

2. Lemon

Walaupun agak mahal perasan air jeruk lemon sangat ampuh mengatasi alergi akibat bulu kucing dan alergi yang lainnya. Untuk menggunakannya cukup konsumsi perasan air lemon yang sudah dicampur dengan air hangat dan keadaan perut harus kosong.

Air yang masuk akan menghilangkan racun yang menjadi pemicu alergi. Anda bisa mengkonsumsinya di pagi hari yang paling efektif. Selain itu air lemon juga bagus untuk diet.

3. Minyak kayu putih

Bagi Anda yang suka dengan harum dari minyak kayu putih bisa memanfaatkannya juga untuk menghilangkan alergi dari bulu kucing. Cukup dengan menghirup uap yang keluar dari minyak kayu putih sebhiingga akan menghilangkan penyebab alergi di dalam hidung, namun jika penggunaannya terlalu sering maka bisa menghilangkan kemampuan penciuman.

4. Menggunakan HEPA

Apa itu HEPA? HEPA adalah high efficiency particulate air yang merupakah sebuah alat berfungsi untuk menghilangkan polutan di dalam ruangan salah satunya bulu kucing. Akan sangat aman jika Anda menghilangkan sumber penyebab alergi sehingga bahaya bulu kucing yang menjadi penyebab alergi bisa diatasi. Filter HEPA akan bekerja menyaring udara sehingga bulu kucing tidak akan berpengaruh dan masuk ke dalam hidung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.