Category Archives: Parenting

Usir Bosan Saat Cuti Bag2

Pasalnya, saat mamil bergerak aktif, pertumbuhan otak janin diyakini bisa lebih optimal. Nah, banyak manfaat postif, kan, Ma, bila selama cuti, Mama tetap bergerak aktif? Agar Mama tidak “mati gaya”, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk menghadapi cuti panjang jelang lahiran.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Beberapa mamil juga berbagi cerita untuk menambah inspirasi bagi Mama. KEGIATAN MENYENANGKAN SELAMA CUTI Melakukan satu atau beberapa kegiatan ini tak hanya bisa menangkal bosan, namun juga akan memberikan banyak manfaat bagi Mama dan janin. ‘ Menyiapkan baby book. Mengabadikan momen indah kehamilan, kelahiran, hingga perkembangan bayi di tahun pertama dengan kamera, serta menyimpannya dalam sebuah album akan memberikan kenangan manis untuk Mama dan juga buah hati di masa depan.

Tak kalah penting, mempersiapkan album untuk “mencatat” perkembangan atau milestone bayi bisa menjadi tolok ukur kesehatan tumbuh kembangnya. Dengan begitu, Mama jadi tahu, kapan pertama bayi tengkurap, duduk, merangkak, atau berjalan, apakah sesuai dengan pertumbuhan sesuai usianya, dan sebagainya. ‘ Ciptakan kamar nyaman. Mama bisa menghadirkan warna dinding yang menenangkan, menyiapkan seprai dan sarung bantal yang harum dan lembut, hingga menghias kamar bayi sebagai penyemangat dalam mengurus buah hati. ‘ Jalan sehat bersama janin.

Rajin berjalan kaki bisa memperlancar proses persalinan. Tujuan utamanya ialah melenturkan otot, melatih pernapasan, menjaga berat badan, sehingga mamil lebih siap secara fisik. Selain itu, berolahraga pagi akan membuat pernapasan mamil lebih sehat karena menghirup udara segar. Olahraga yang mengeluarkan keringat, juga akan membuat tubuh melepaskan hormon positif yang menciptakan perasaan bahagia. ‘

Ikut kelas prenatal. Menurut Bidan Tati dari RS Hermina Ciputat, mengikuti kelas prenatal sangat baik untuk kesiapan mental Mama dalam mengurus bayi di tahun pertamanya. Ini beberapa kelas yang bisa Mama ikuti: • Kelas senam hamil. Rutin melakukan senam hamil selama trimester ketiga akan meningkatkan kekuatan fisik. • Kelas pijat bayi. Pijatan lembut merupakan bahasa cinta yang bisa menguatkan ikatan emosional antara Mama dan bayi.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Usir Bosan Saat Cuti

Cuti yang terlampau panjang jelang melahirkan bisa saja membuat Mama bosan. Tenang, Ma, pilihan kegiatan ini bisa Mama lakukan. Masa cuti mestinya menye- nangkan, ya, Ma. Namun, andai bisa memilih, mungkin Mama ingin cutinya diambil mendekati hari kelahiran saja.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Kalau bisa, sih, baru ambil cuti H-1 dari HPL (hari perkiraan lahir), sehingga Mama punya lebih banyak waktu untuk bersama sang buah hati tercinta di tiga bulan awal kehidupannya. Sayangnya, keinginan tak selalu sejalan dengan kenyataan, karena ada perusahaan yang berpegang teguh pada UU Ketenagakerjaan yang menyatakan cuti hamil selama 1,5 bulan sebelum saatnya melahirkan dan cuti melahirkan selama 1,5 bulan sesudah melahirkan, sesuai perhitungan dokter obgin atau bidan.

Nah, bila perusahaan tempat Mama bekerja termasuk yang menerapkan aturan tersebut, jangan buru-buru kesal, ya. Tujuan dari dibuatnya aturan tersebut tentu baik. Masalahnya, mau ngapain selama 1,5 bulan itu? BERGERAK BIKIN MAMA LEBIH HAPPY! Walau kehamilan sudah semakin besar, pergerakan Mama juga menjadi lebih terbatas, liburan tak mesti dihabiskan sambil berbaring di tempat tidur atau sofa. Bersantai di hari-hari pertama cuti memang terasa menyenangkan, ibarat perayaan setelah bebas dari rutinitas kantoran.

Namun, setelah lewat dari seminggu, umumnya Mama menjadi bosan, sehingga tak menutup kemungkinan, Mama jadi uring-uringan dan gampang kesal lantaran tak ada kegiatan. Lagi pula, seperti dikatakan dr. Mery Liong, SpOG, bila mamil terlalu lama berdiam diri, mungkin tak hanya bosan yang akan Mama rasakan, melainkan juga keluhan kehamilan. “Di trimester ketiga, janin yang sudah semakin besar, bisa membuat mamil merasakan beberapa keluhan, seperti: sakit punggung atau kaki bengkak. Bila mamil hanya berdiam diri, keluhan-keluhan tersebut bisa semakin terasa.

Sebaliknya, dengan tetap bergerak aktif atau melakukan aktivitas positif, diharapkan fokus mamil akan teralihkan dari berbagai macam keluhan kehamilan yang sifatnya ringan,” papar Mery. Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Montreal mendapati, perempuan hamil yang bergerak aktif minimal 20 menit setiap hari, berpotensi melahirkan bayi pintar di kemudian hari.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Kursus Memory Sport

Kekuatan daya ingatnya, mulai terlihat saat Shafa masuk SD di SDIT Daarussalaam Sangatta, Kutai Timur (Kalimantan Timur). Di sekolahnya ada pelajaran menghafal surat-surat pendek, hadis, dan bacaan doa. Itu semua dengan mudah Shafa lakukan, bahkan saat menghafalkan surat An Naba, 40 ayat, dia lebih cepat dari saya. Nah, saat itu Kak Yudi sedang mengembangkan kursus metode mengingat yang merupakan salah satu prestasi yang pernah diraihnya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Dengan maksud supaya kemampuan menghafal Alquran lebih baik, saya ikutkan Shafa kursus di tempat Kak Yudi. Alhamdulillah, perkembangannya baik, karena Shafa ingin meraih cita-citanya sebagai dokter yang juga penghafal Alquran. Ikut kursus memory sport dengan Kak Yudi rupanya menyenangkan bagi Shafa. Selain dia rajin ikut belajarnya, juga Shafa semakin suka membuat tulisan cerita atau komik. Selidik punya selidik, ternyata metode belajar memory sport itu banyak bermain, termasuk menonton atau belajar dari film, menggambar atau melukis, membuat Foretan atau tulisan, bahkan petak umpet dimainkan juga di sela-sela kursus. Mungkin karena itulah, dia senang ikut memory sport.

 

PECAHKAN REKOR DUNIA Pertama kali ikut penyaringan dari beberapa sekolah di Sangatta, Shafa termasuk yang menonjol. Nah, karena standar pembelajaran kursus telah sama dengan world memory council yang berbasis di London, maka oleh Kak Yudi, Shafa didaftarkan dalam kompetisi memory di Hongkong pada 2013. Saat itu Shafa hanya mendapatkan ranking 11, namun sudah lumayan untuk pendatang baru seperti Shafa yang hanya dipersiapkan satu bulan saja. Tahun berikutnya, 2014, Shafa kembali ikut kompetisi di Hongkong.

Saat itu ia mendapatkan peringkat kedua dan memecahkan rekor dunia anak dalam cabang “Name and Face”. Masih di tahun yang sama, pada kompetisi di Tokyo, Jepang, Shafa juga mendapatkan peringkat ke-2. Sementara pada kejuaraan dunia di China, Shafa menduduki peringkat ke-6 dunia. Selanjutnya, tahun 2015, meskipun peringkat ke-4 pada kejuaraan Asia di Hongkong, namun Shafa mampu memecahkan salah satu rekor dunia anak lagi untuk cabang mengingat wajah dan nama (Name and Face). Karena sering mengikuti kompetisi, otomatis Shafa sering izin dari sekolah.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Cara Menjaga Kualitas dan Kuantitas Sperma

Agar bisa hamil, salah satu yang terpenting adalah peran sperma dengan kualitas dan kuantitas baik. Sel sperma atau spermatozoid/spermatozoa adalah sel sistem reproduksi utama laki- laki. Pada laki-laki dewasa normal, proses spermatogenesis (pertumbuhan sperma) terus berlangsung sepanjang hayat. Akan tetapi, seiring pertambahan umur, kualitas dan kuantitasnya pun merosot.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Sel sperma diproduksi oleh testis; setiap jam, testis mampu memproduksi lebih dari empat juta sel sperma baru. Sel sperma yang sehat berbentuk seperti kecebong, terdiri atas kepala, bagian tengah (mitokondria), dan ekor panjang (flagel). Kepala sperma tampak lonjong berisi nucleus (inti) yang mengandung materi genetik sejumlah 23 kromosom. Kemudian, pada mitokondria tersedia energi sebagai aktivitas ”berenang” yang dibutuhkan untuk mencapai sel telur.

 

Sedangkan ekor berfungsi untuk bergerak maju, yaitu memberi dorongan untuk mencapai sel telur. Panjang ekor sperma bisa mencapai 10 kali bagian kepala. Sel sperma akan membuahi ovum (sel telur) pada perempuan untuk membentuk zigot, yakni sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Namun, tak semua sel sperma yang dilepaskan ke dalam vagina akan bertahan menempuh perjalanan hingga ke leher rahim atau saluran tuba.

Hanya sel sperma hidup yang sehatlah yang akan berkesempatan untuk mencapai sel telur. Jika tidak ada sel telur untuk dibuahi, sel-sel sperma dapat tetap hidup hingga lima hari atau lebih dalam saluran reproduksi perempuan tersebut. Ya, kualitas sperma ikut menentukan terjadinya kehamilan. Buruknya sel sperma, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, menjadi salah satu faktor penyebab kemandulan (infertilitas) pada lakilaki, seperti: konsentrasi sperma yang terlalu sedikit/rendah (oligospermia); tidak adanya sperma saat ejakulasi (azoospermia); serta transportasi sperma terganggu dan gerakannya tak sempurna (normal) sehingga tak mampu mencapai sel telur.

Nah, pola hidup sangat berperan penting terhadap kualitas dan kuantitas sel sperma yang sehat. Jadi, atur pola hidup agar sel sperma yang diproduksi tetap sehat, ya, Pa! Tak semua sel sperma yang dilepaskan ke dalam vagina akan bertahan menempuh perjalanan hingga ke leher rahim atau saluran tuba. Hanya yang hidup yang sehatlah yang akan berkesempatan menembus sel telur.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Memberikan Karpet Merah

Erwin memilih audisi dilakukan tertutup dan berdasarkan rekomendasi, karena ia ingin mendapatkan kualitas dan karakter peserta yang benarbenar bagus. Terbukti, sistem ini memudahkan sekali, karena anak-anak yang datang audisi sudah terseleksi sendiri oleh teman atau guru musik yang merekomendasi. “Ketika audisi, kami jadi sangat terhibur karena yang datang tidak hanya bagus secara teknik, tetapi juga ka rakter,” ujar mantan punggawa grup band Karimata ini.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Ia lantas menyebut nama Kavin–salah satu peserta audisi–yang mampu bernyanyi sambil main piano dengan piawai, juga Ravi yang menyanyi sambil bermain saksofon. Sejak awal audisi pun, Erwin merasa, kemampuan anak-anak Indonesia banyak yang di atas ratarata, tidak seperti audisi-audisi yang dilihat di televisi dimana juri banyak yang geleng-geleng kepala dan pusing saat melihat peserta audisi.

Karena itulah, program yang dibuat Erwin dan Gita ini, kemudian dinamakan “Di Atas Rata-Rata” disingkat DARR. Audisi dibatasi pada anak usia 9–13 tahun karena Erwin melihat kestabilan emosinya sudah lebih terjaga dan sudah lebih senang musik. Dari audisi tersebut, terpilih 13 anak yang berhak ikut workshop dan program-program lain.

Saat workshop, anak-anak diberikan masukan berharga menge nai peningkatan kualitas vokal, mengasahkarakter vokal, menyanyi diiringi orkestra, menambah kemampuan bermusik, juga bertemu dengan vocal director dan musisi senior, hingga diberi kesempatan untuk rekaman. Erwin pun tak ingin berhenti sampai di situ, ia ingin membuat album untuk anak-anak DARR. Maka, diwujudkanlah album alumni DARR 1 de ngan berba gai ke lebihannya, karena masing-masing anak punya karak ter khas dan unik.

Ari, misalnya, tipe vokal pop-country, lalu Kanya yang punya suara lembut khas ballad -jazz, Sen-Sen punya suara menggelegar dan groovy khas rock n’ roll Raffi Daeng punya feel swing-jazz, dan lainnya. Suami dari Lutfi Andriani atau Lulu Gutawa ini menambahkan, ia dan Gita lebih memberi “karpet merah”–istilahnya–bagi mereka yang memiliki talenta bagus karena sayang sekali jika banyak orang tidak tahu akan kemampuan mereka. “Kami memberi kesempatan pada mereka membuat album, konser, mengenalkan ke masyarakat,” kata Erwin.

Bahkan, tambahnya, ada Noni dari alumni DARR 1 yang sekarang sudah jadi komposer dan lagunya dipakai di album DARR 2 padahal usianya baru 15 tahun. Usaha Erwin dan Gita memberi “karpet merah” pada anak-anak DARR terus berlangsung. Album DARR kedua pun siap diluncurkan. Meski saat ini Erwin dan Gita masih konsentrasi ke Jakarta dan sempat juga ke Bandung, tak menutup kemungkinan anak dari dari luar Jakarta ikut. Caranya? “Kirim video ke kami. Kalau kami tertarik, kami undang ke Jakarta,” terang Erwin. Nah, Siapa berminat?

Plus-Minus Pompa Asi Manual

Jika hanya akan memompa ASI sesekali, pompa payudara manual dapat dipertimbangkan. KEUNGGULAN: ‘ Memiliki ukuran kecil dan ringan sehingga mudah dibawa ke mana pun Mama pergi. ‘ Harga relatif sangat terjangkau. ‘ Memberikan kontrol penuh pada Mama atas isapan dan kecepatan pompa. ‘ Saat payudara dalam kondisi pe nuh ASI, pompa ASI manual lebih mudah digunakan dan tidak melelahkan. ‘ Tanpa listrik, pompa ASI manual tidak berisik sehingga lebih ber sahabat dengan telinga bayi.

Baca juga : Tes TOEFL Jakarta

KEKURANGAN: ‘ Dibanding pompa elektrik, pompa manual lebih membutuhkan tena ga ekstra ketika digunakan. Jadi, sebisa mungkin saat memompa, Mama dalam keadaan santai, tu buh Mama tidak sedang kelelah an, sehingga bisa mengeluarkan energi secara maksimal. Banyak sedikitnya volume susu, sangat bergantung pada ke kuatan Mama memompa. ‘ Saat payudara tak penuh dengan ASI, memompa dengan pompa manual akan lumayan menguras tenaga. ‘ Pompa manual juga memakan waktu lama dalam proses pemompaan.

Medela Manual Base Harga relatif ter jangkau, sa ngat simpel, mudah digunakan, dan sesuai bagi Mama yang hanya per lu memerah ASI sesekali saja. Little Giant Manual Breastpump Mempunyai lu bang corong yang besar se hingga Mama nyaman ketika memompa dan tidak membuat puting lecet atau sakit. Pembeliannya sudah termasuk botol susu ukuran 180 ml dengan dot silikon bebas BPA (bisphenol-A). BPA merupakan zat kimia sintetis yang bila tertelan dapat mengganggu kesehatan.

BEBERAPA PILIHAN POMPA ASI MANUAL:

Natur Manual Breastpump Dengan handle ergonomis, Mama tetap nya man menggu nakannya meski hanya dengan satu tangan. Bantalan silikon nya didesain menyerupai isapan sehingga ASI terdorong keluar dengan lembut. Tommee Tippee Manual Breastpump Memiliki corong yang dirancang lebar dan bisa memijat payu dara dengan lem but sehing ga membantu mengalirkan ASI secara nyaman. Bahan dasarnya menggunakan poly propylene (sejenis plastik) yang aman. Avent Manual Comfort Relatif nyaman diguna kan karena pada corong pompa terdapat semacam bantalan silikon petal yang berfungsi mengurangi rasa sakit pada puting. Produk ini dijual bersama botol dan dot yang diklaim membuat proses menyusui semudah menyusu langsung pada sang mama. Plus, didesain anti kolik, udara akan di alirkan keluar melalui dua valve sehingga tak masuk ke perut bayi.

Sumber : pascal-edu.com

Mindful Eating Seni Menghargai Makanan

“Saya sadar sih, membiarkan Rio makan sambil menon- ton televisi enggak bagus. Tapi gimana, kalau enggak diizinkan begitu, makannya lama banget. Terus yang masuk cuma berapa sendok. Makanya dia selalu makan sambil nonton Disney Channel,” cerita Mama Ranti tentang putranya yang berusia 4 tahun. Ya, kita sering mendengar cerita-cerita seperti ini.

Masih banyak Mama yang membiarkan anaknya makan disuapi sambil jalan-jalan, ada yang sambil bermain gadget, bahkan sambil diajak main di teras. Tujuannya, ya itu tadi, yang penting anaknya mau makan. Kalau papa-mamanya lain lagi. Pastinya pernah melakukan kegiatan makan yang dibarengi melakukan kegiatan lain.

Seperti: makan dibarengi melihat acara televisi, ngemil dan bekerja dengan laptop, mengunyah sarapan pada saat berangkat ke kantor, dan kegiatan lain yang bisa menghemat waktu sambil mengisi perut. Padahal, kegiatan-kegiatan tersebut membuat kita jadi tidak fokus dalam menyantap makanan atau yang disebut mindless eating (makan tanpa kesadaran).

Fokus Hanya Pada Makanan

sat-jakarta.com – Mengajari anak menghargai makanan bisa dilakukan sejak dini. Saat anak mulai dikenalkan MPASI (makanan pendamping ASI), meskipun masih digendong Mama, hendaknya duduk bersama di meja makan. Suapi dengan cara sesendok demi sesendok dan dengan perlahan, tunggu sampai si kecil menelan kemudian baru disuapi lagi. Ajari anak untuk fokus pada makanan, janganlah biarkan televisi menyala ataupun Mama asyik mengobrol bersama orang lain.

Baca juga : Kursus IELTS Terbaik di Jakarta

pada usia 1 tahun ketika anak mengenal finger foods, dudukkan di kursi makannya sendiri, dan biarkan ia makan secara lahap sampai selesai, jangan ada suara-suara di sekitarnya agar ia fokus pada makanannya. Belajar makan perlahan dan fokus pada makan inilah yang menjadi pelajaran bagi si kecil tentang cara menikmati makanan. Selain itu, belajar makan secara perlahan juga merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita. Konsep mindful eating ini merupakan metode makan yang ideal untuk tubuh, yaitu fokus dan sadar pada makanan yang dimakan.

Konsep ini telah dikaji ulang sebagai metode makan yang ideal untuk tubuh, yaitu fokus dan sadar pada momen yang kita alami, merasakan apa yang dialami oleh tubuh, dan menyadari apa rasa, aroma, tekstur, serta warna dari makanan. Kita juga bisa menghindari gangguan yang muncul saat makan dan belajar untuk tidak lagi mengeluhkan apa yang kita makan. Dengan makan perlahan, kita memberi waktu kepada tubuh untuk memberi sinyal ketika sudah kenyang.

Puas makan berbeda dari sekadar kenyang makan tanpa mengingat rasa dari makanan itu. Saat kita makan secara perlahan, pencernaan bekerja dengan lebih baik. Anak-anak akan terkendali berat badannya dan mereka puas dengan yang mereka makan. Mereka juga cenderung bersyukur dengan apa yang disajikan sehingga menghindarkan mereka dari pilih-pilih makanan. Sebaliknya, jika makan dengan terburu-buru, pencernaan bekerja lebih berat, makanan tidak lagi terasa nikmat. Setiap kali makan terasa begitu cepat, padahal waktu ideal yang dibutuhkan tubuh adalah 20 menit.

Kenyataannya, makan sambil berjalan-jalan, menonton televisi atau melakukan aktivitas lain, membuat anak-anak makan lebih cepat, sering kali makan bahkan kurang dari 10 menit. Penelitian yang dilakukan oleh University of Rhode Island menemukan ada nya pengaruh kecepatan makan dengan proses pencernaan makanan. Anak-anak yang terburu-buru menelan sebelum selesai mengunyah, makan 87,8 gram makanan per menitnya.

Sedangkan mereka yang makan secara perlahan mengonsumsi 56,6 gram makanan per menitnya. Studi lain yang dilakukan pada perempuan yang melakukan kegiatan makan secara terburu-buru, yaitu 646 kalori dalam waktu 9 menit. Sedang kan perempuan yang makan perlahan menghabiskan 579 kalori dalam waktu 29 menit. Ini berarti semakin cepat kita makan, semakin banyak jumlah asupan kalorinya.

Selain pencernaan bekerja lebih wajar, makan perlahan juga membuat kita minum air lebih banyak dibandingkan makan dengan terburu-buru. Minum air putih saat makan bisa mengendalikan jumlah makanan yang kita konsumsi. Untuk itu, perlambat kecepatan makan kita, nikmati apa yang sedang kita kunyah.