Category Archives: Parenting

Cara Menjaga Kualitas dan Kuantitas Sperma

Agar bisa hamil, salah satu yang terpenting adalah peran sperma dengan kualitas dan kuantitas baik. Sel sperma atau spermatozoid/spermatozoa adalah sel sistem reproduksi utama laki- laki. Pada laki-laki dewasa normal, proses spermatogenesis (pertumbuhan sperma) terus berlangsung sepanjang hayat. Akan tetapi, seiring pertambahan umur, kualitas dan kuantitasnya pun merosot.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Sel sperma diproduksi oleh testis; setiap jam, testis mampu memproduksi lebih dari empat juta sel sperma baru. Sel sperma yang sehat berbentuk seperti kecebong, terdiri atas kepala, bagian tengah (mitokondria), dan ekor panjang (flagel). Kepala sperma tampak lonjong berisi nucleus (inti) yang mengandung materi genetik sejumlah 23 kromosom. Kemudian, pada mitokondria tersedia energi sebagai aktivitas ”berenang” yang dibutuhkan untuk mencapai sel telur.

 

Sedangkan ekor berfungsi untuk bergerak maju, yaitu memberi dorongan untuk mencapai sel telur. Panjang ekor sperma bisa mencapai 10 kali bagian kepala. Sel sperma akan membuahi ovum (sel telur) pada perempuan untuk membentuk zigot, yakni sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Namun, tak semua sel sperma yang dilepaskan ke dalam vagina akan bertahan menempuh perjalanan hingga ke leher rahim atau saluran tuba.

Hanya sel sperma hidup yang sehatlah yang akan berkesempatan untuk mencapai sel telur. Jika tidak ada sel telur untuk dibuahi, sel-sel sperma dapat tetap hidup hingga lima hari atau lebih dalam saluran reproduksi perempuan tersebut. Ya, kualitas sperma ikut menentukan terjadinya kehamilan. Buruknya sel sperma, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, menjadi salah satu faktor penyebab kemandulan (infertilitas) pada lakilaki, seperti: konsentrasi sperma yang terlalu sedikit/rendah (oligospermia); tidak adanya sperma saat ejakulasi (azoospermia); serta transportasi sperma terganggu dan gerakannya tak sempurna (normal) sehingga tak mampu mencapai sel telur.

Nah, pola hidup sangat berperan penting terhadap kualitas dan kuantitas sel sperma yang sehat. Jadi, atur pola hidup agar sel sperma yang diproduksi tetap sehat, ya, Pa! Tak semua sel sperma yang dilepaskan ke dalam vagina akan bertahan menempuh perjalanan hingga ke leher rahim atau saluran tuba. Hanya yang hidup yang sehatlah yang akan berkesempatan menembus sel telur.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Memberikan Karpet Merah

Erwin memilih audisi dilakukan tertutup dan berdasarkan rekomendasi, karena ia ingin mendapatkan kualitas dan karakter peserta yang benarbenar bagus. Terbukti, sistem ini memudahkan sekali, karena anak-anak yang datang audisi sudah terseleksi sendiri oleh teman atau guru musik yang merekomendasi. “Ketika audisi, kami jadi sangat terhibur karena yang datang tidak hanya bagus secara teknik, tetapi juga ka rakter,” ujar mantan punggawa grup band Karimata ini.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Ia lantas menyebut nama Kavin–salah satu peserta audisi–yang mampu bernyanyi sambil main piano dengan piawai, juga Ravi yang menyanyi sambil bermain saksofon. Sejak awal audisi pun, Erwin merasa, kemampuan anak-anak Indonesia banyak yang di atas ratarata, tidak seperti audisi-audisi yang dilihat di televisi dimana juri banyak yang geleng-geleng kepala dan pusing saat melihat peserta audisi.

Karena itulah, program yang dibuat Erwin dan Gita ini, kemudian dinamakan “Di Atas Rata-Rata” disingkat DARR. Audisi dibatasi pada anak usia 9–13 tahun karena Erwin melihat kestabilan emosinya sudah lebih terjaga dan sudah lebih senang musik. Dari audisi tersebut, terpilih 13 anak yang berhak ikut workshop dan program-program lain.

Saat workshop, anak-anak diberikan masukan berharga menge nai peningkatan kualitas vokal, mengasahkarakter vokal, menyanyi diiringi orkestra, menambah kemampuan bermusik, juga bertemu dengan vocal director dan musisi senior, hingga diberi kesempatan untuk rekaman. Erwin pun tak ingin berhenti sampai di situ, ia ingin membuat album untuk anak-anak DARR. Maka, diwujudkanlah album alumni DARR 1 de ngan berba gai ke lebihannya, karena masing-masing anak punya karak ter khas dan unik.

Ari, misalnya, tipe vokal pop-country, lalu Kanya yang punya suara lembut khas ballad -jazz, Sen-Sen punya suara menggelegar dan groovy khas rock n’ roll Raffi Daeng punya feel swing-jazz, dan lainnya. Suami dari Lutfi Andriani atau Lulu Gutawa ini menambahkan, ia dan Gita lebih memberi “karpet merah”–istilahnya–bagi mereka yang memiliki talenta bagus karena sayang sekali jika banyak orang tidak tahu akan kemampuan mereka. “Kami memberi kesempatan pada mereka membuat album, konser, mengenalkan ke masyarakat,” kata Erwin.

Bahkan, tambahnya, ada Noni dari alumni DARR 1 yang sekarang sudah jadi komposer dan lagunya dipakai di album DARR 2 padahal usianya baru 15 tahun. Usaha Erwin dan Gita memberi “karpet merah” pada anak-anak DARR terus berlangsung. Album DARR kedua pun siap diluncurkan. Meski saat ini Erwin dan Gita masih konsentrasi ke Jakarta dan sempat juga ke Bandung, tak menutup kemungkinan anak dari dari luar Jakarta ikut. Caranya? “Kirim video ke kami. Kalau kami tertarik, kami undang ke Jakarta,” terang Erwin. Nah, Siapa berminat?

Plus-Minus Pompa Asi Manual

Jika hanya akan memompa ASI sesekali, pompa payudara manual dapat dipertimbangkan. KEUNGGULAN: ‘ Memiliki ukuran kecil dan ringan sehingga mudah dibawa ke mana pun Mama pergi. ‘ Harga relatif sangat terjangkau. ‘ Memberikan kontrol penuh pada Mama atas isapan dan kecepatan pompa. ‘ Saat payudara dalam kondisi pe nuh ASI, pompa ASI manual lebih mudah digunakan dan tidak melelahkan. ‘ Tanpa listrik, pompa ASI manual tidak berisik sehingga lebih ber sahabat dengan telinga bayi.

Baca juga : Tes TOEFL Jakarta

KEKURANGAN: ‘ Dibanding pompa elektrik, pompa manual lebih membutuhkan tena ga ekstra ketika digunakan. Jadi, sebisa mungkin saat memompa, Mama dalam keadaan santai, tu buh Mama tidak sedang kelelah an, sehingga bisa mengeluarkan energi secara maksimal. Banyak sedikitnya volume susu, sangat bergantung pada ke kuatan Mama memompa. ‘ Saat payudara tak penuh dengan ASI, memompa dengan pompa manual akan lumayan menguras tenaga. ‘ Pompa manual juga memakan waktu lama dalam proses pemompaan.

Medela Manual Base Harga relatif ter jangkau, sa ngat simpel, mudah digunakan, dan sesuai bagi Mama yang hanya per lu memerah ASI sesekali saja. Little Giant Manual Breastpump Mempunyai lu bang corong yang besar se hingga Mama nyaman ketika memompa dan tidak membuat puting lecet atau sakit. Pembeliannya sudah termasuk botol susu ukuran 180 ml dengan dot silikon bebas BPA (bisphenol-A). BPA merupakan zat kimia sintetis yang bila tertelan dapat mengganggu kesehatan.

BEBERAPA PILIHAN POMPA ASI MANUAL:

Natur Manual Breastpump Dengan handle ergonomis, Mama tetap nya man menggu nakannya meski hanya dengan satu tangan. Bantalan silikon nya didesain menyerupai isapan sehingga ASI terdorong keluar dengan lembut. Tommee Tippee Manual Breastpump Memiliki corong yang dirancang lebar dan bisa memijat payu dara dengan lem but sehing ga membantu mengalirkan ASI secara nyaman. Bahan dasarnya menggunakan poly propylene (sejenis plastik) yang aman. Avent Manual Comfort Relatif nyaman diguna kan karena pada corong pompa terdapat semacam bantalan silikon petal yang berfungsi mengurangi rasa sakit pada puting. Produk ini dijual bersama botol dan dot yang diklaim membuat proses menyusui semudah menyusu langsung pada sang mama. Plus, didesain anti kolik, udara akan di alirkan keluar melalui dua valve sehingga tak masuk ke perut bayi.

Sumber : pascal-edu.com

Mindful Eating Seni Menghargai Makanan

“Saya sadar sih, membiarkan Rio makan sambil menon- ton televisi enggak bagus. Tapi gimana, kalau enggak diizinkan begitu, makannya lama banget. Terus yang masuk cuma berapa sendok. Makanya dia selalu makan sambil nonton Disney Channel,” cerita Mama Ranti tentang putranya yang berusia 4 tahun. Ya, kita sering mendengar cerita-cerita seperti ini.

Masih banyak Mama yang membiarkan anaknya makan disuapi sambil jalan-jalan, ada yang sambil bermain gadget, bahkan sambil diajak main di teras. Tujuannya, ya itu tadi, yang penting anaknya mau makan. Kalau papa-mamanya lain lagi. Pastinya pernah melakukan kegiatan makan yang dibarengi melakukan kegiatan lain.

Seperti: makan dibarengi melihat acara televisi, ngemil dan bekerja dengan laptop, mengunyah sarapan pada saat berangkat ke kantor, dan kegiatan lain yang bisa menghemat waktu sambil mengisi perut. Padahal, kegiatan-kegiatan tersebut membuat kita jadi tidak fokus dalam menyantap makanan atau yang disebut mindless eating (makan tanpa kesadaran).

Fokus Hanya Pada Makanan

sat-jakarta.com – Mengajari anak menghargai makanan bisa dilakukan sejak dini. Saat anak mulai dikenalkan MPASI (makanan pendamping ASI), meskipun masih digendong Mama, hendaknya duduk bersama di meja makan. Suapi dengan cara sesendok demi sesendok dan dengan perlahan, tunggu sampai si kecil menelan kemudian baru disuapi lagi. Ajari anak untuk fokus pada makanan, janganlah biarkan televisi menyala ataupun Mama asyik mengobrol bersama orang lain.

Baca juga : Kursus IELTS Terbaik di Jakarta

pada usia 1 tahun ketika anak mengenal finger foods, dudukkan di kursi makannya sendiri, dan biarkan ia makan secara lahap sampai selesai, jangan ada suara-suara di sekitarnya agar ia fokus pada makanannya. Belajar makan perlahan dan fokus pada makan inilah yang menjadi pelajaran bagi si kecil tentang cara menikmati makanan. Selain itu, belajar makan secara perlahan juga merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita. Konsep mindful eating ini merupakan metode makan yang ideal untuk tubuh, yaitu fokus dan sadar pada makanan yang dimakan.

Konsep ini telah dikaji ulang sebagai metode makan yang ideal untuk tubuh, yaitu fokus dan sadar pada momen yang kita alami, merasakan apa yang dialami oleh tubuh, dan menyadari apa rasa, aroma, tekstur, serta warna dari makanan. Kita juga bisa menghindari gangguan yang muncul saat makan dan belajar untuk tidak lagi mengeluhkan apa yang kita makan. Dengan makan perlahan, kita memberi waktu kepada tubuh untuk memberi sinyal ketika sudah kenyang.

Puas makan berbeda dari sekadar kenyang makan tanpa mengingat rasa dari makanan itu. Saat kita makan secara perlahan, pencernaan bekerja dengan lebih baik. Anak-anak akan terkendali berat badannya dan mereka puas dengan yang mereka makan. Mereka juga cenderung bersyukur dengan apa yang disajikan sehingga menghindarkan mereka dari pilih-pilih makanan. Sebaliknya, jika makan dengan terburu-buru, pencernaan bekerja lebih berat, makanan tidak lagi terasa nikmat. Setiap kali makan terasa begitu cepat, padahal waktu ideal yang dibutuhkan tubuh adalah 20 menit.

Kenyataannya, makan sambil berjalan-jalan, menonton televisi atau melakukan aktivitas lain, membuat anak-anak makan lebih cepat, sering kali makan bahkan kurang dari 10 menit. Penelitian yang dilakukan oleh University of Rhode Island menemukan ada nya pengaruh kecepatan makan dengan proses pencernaan makanan. Anak-anak yang terburu-buru menelan sebelum selesai mengunyah, makan 87,8 gram makanan per menitnya.

Sedangkan mereka yang makan secara perlahan mengonsumsi 56,6 gram makanan per menitnya. Studi lain yang dilakukan pada perempuan yang melakukan kegiatan makan secara terburu-buru, yaitu 646 kalori dalam waktu 9 menit. Sedang kan perempuan yang makan perlahan menghabiskan 579 kalori dalam waktu 29 menit. Ini berarti semakin cepat kita makan, semakin banyak jumlah asupan kalorinya.

Selain pencernaan bekerja lebih wajar, makan perlahan juga membuat kita minum air lebih banyak dibandingkan makan dengan terburu-buru. Minum air putih saat makan bisa mengendalikan jumlah makanan yang kita konsumsi. Untuk itu, perlambat kecepatan makan kita, nikmati apa yang sedang kita kunyah.