Google Monopoli Android II

teknorus.com – Selain terpaksa harus menggunakan pencarian Google, para manufaktur ponsel Android juga tak bisa memasang (dan meminta bayaran dari) produk pencarian lain seperti Bing dari Microsoft. Menurut para penggugat, para produsen Android tidak melakukan hal tersebut atas dasar sukarela, melainkan karena suatu bentuk “paksaan”.

Baca juga : Gambar Keren

“Karena konsumen menginginkan akses ke produk Google, dan karena posisi kuat Google di pasar AS untuk pencarian berbasis mobile, Google memiliki posisi tawar yang tak tertandingi atas produsen smartphone dan tablet,” tulis gugatan yang dilayangkan oleh Gary Feitelson dari Kentucky dan Daniel McKee dari Iowa itu, seperti dikutip kompas. Hal ini mengingatkan kita pada tuduhan monopoli yang dialamatkan kepada Microsoft beberapa belas tahun lalu. Situasinya mirip, yaitu Microsoft dituduh mencangkokkan aplikasi peramban (browser) Internet Explorer dalam sistem operasinya. Hanya saja, terdapat beda antara tuduhan Microsoft dan Google ini.

Dalam praktiknya dulu, Microsoft menanamkan Internet Explorer dalam sistem operasi sehingga menjadi bagian yang tidak bisa dihilangkan begitu saja oleh penggunanya. Sedang pada kasus Google, jika tak diinginkan, fitur-fitur itu bisa disingkirkan oleh penggunanya. Poin inilah yang digunakan Google dan para pendukungnya untuk berkilah. Dalam pernyataan resminya Google bilang bahwa siapapun bisa menggunakan Android tanpa Google dan sebaliknya dapat menggunakan Google tanpa Android.

Sejak Android hadir, konsumen mendapatkan pilihan ponsel cerdas yang beragam akibat kompetisi yang ketat. Apakah Anda bingung dengan gugatan ini? Memang sepertinya penggugat ini mengada-ada karena faktanya Android membuat harga ponsel cerdas pada berturunan. Lagipula, kalau di Indonesia banyak alternatif ponsel merek lokal yang lebih murah lagi karena menggunakan versi Android yang opensource.

Bagaimana bisa Google dituntut karena membuat ponsel Android jadi mahal? Yah, begitulah di Amerika, pelanggaran sedikit saja pada hukum, dalam hal ini Undangundang antimonopoli, bisa dijadikan dalil dan menyeret pelaku ke meja hijau. Ingat, UU antimonopoli ini diciptakan dalam paradigma melindungi konsumen, artinya memang konsumen diberi posisi yang kuat di “sono”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *