Ide Desain Rumah di Bali yang di Lengkapi Genset Bali

Ide Desain Rumah di Bali yang di Lengkapi Genset Bali – Tebal dinding rumah raTa-raTa adalah 15 cm untuk dinding bata plester 2 sisi. Jika ada 2 dinding berdiri, maka ada 30 cm lahan rumah yang tak bisa digunakan. Jika ada 5 dinding sejajar yang menyekat ruang, total ada 75 cm ruang terbuang. Ruang yang terbuang ini kian membesar sesuai dengan panjang dinding yang menyekat sebuah ruang. Lantas, apa ruginya dengan “membuang” ruang selebar 30 cm-75 cm? Jika dinding rumah hanya berfungsi sebagai penyekat, bukan struktur rumah, anda bisa meniadakan dinding tersebut. sekat ruang bisa diganti dengan elemen interior lainnya. Dengan lebar 30 cm, anda bisa mendapatkan sebuah rak buku atau rak pajang aksesoris.

Dengan 75cm, anda bisa mendapatkan sebuah lemari pakaian. Daripada hanya menjadi sekat saja, anda bisa mengoptimalkan dinding yang berfungsi sebagai area simpan. Dengan menghilangkan dinding dan mengganti dengan lemari simpan, biaya yang dikeluarkan juga lebih efesien. anda tak perlu membangun dinding dan kemudian membeli lemari. anda cukup merancang lemari yang meninggi dengan fungsi ganda sebagai penyekat. sebagai inspirasi, berikut desain lemari sebagai penyekat kamar. MeneMPatKan guDang bisa di mana saja. namun biasanya gudang diletakkan pada tempat yang tersembunyi. Gudang yang satu ini sedikit berbeda.

Desainer interior dari adya Duamitra, erfah kusumawati dan ridya Prastiti, merancang gudang tepat di atas ruang pantri. sedangkan pantrinya sendiri ditempatkan berdampingan dengan ruang makan yang terhubung tanpa batas dengan ruang tamu dan tangga menuju ke lantai 2. rumah yang berlokasi di Palmerah, Jakarta Barat, ini memainkan ketinggian lantai dengan mezanin. Lantai mezanin itu dimanfaatkan untuk kamar tidur asisten rumah tangga, gudang, serta area jemur. Bagian dari lantai mezanin yang dimanfaatkan untuk gudang itulah yang berada di atas area pantri. area pantrinya memiliki lantai yang lebih rendah sekitar 50 cm dari lantai dasar rumah. Maka, meskipun di atasnya ada lantai mezanin yang digunakan untuk gudang, tinggi plafon di ruang pantri tetap memadai.

Bagian dinding gudang yang bisa dilihat dari ruang makan dan ruang tamu tidak dibiarkan tampil dengan tembok polos saja. Dinding itu digantikan dengan permainan kaca sandblast yang dipasang dalam rangka kayu, dikombinasi dengan kisikisi horizontal. rangka dan kisi-kisi itu diberi penyelesain duko putih. Variasi antara kaca, rangka dan kisi-kisi yang dipasang secara acak, menjadi aksen yang menarik jika dilihat dari ruang di bawahnya. Bisa jadi, tamu yang datang pun tak akan mengira bahwa itu adalah gudang. Pintu masuk menuju gudang berada di lantai mezanin. Gudang itu berukuran sekitar 4 m x 2 m, dengan tinggi plafon hanya 160 cm. Di dalamnya terdapat beragam barang mulai raket tenis, kereta bayi, rak-rak dan meja, serta kotak-kotak yang diisi dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Dari dalam gudang, kita juga bisa mengintip ke ruang makan dan ruang tamu. Gudang pun akhirnya memiliki fungsi lain: sebagai tempat untuk memantau kondisi di ruang lain!

MANFAATKAN BAWAH TANGGA

Di rumah ini masih ada “gudang” lain yang terletak di bawah tangga. Lebar tangga yang mencapai sekitar 110 cm dibagi menjadi 2. Lebar 50 cm dimanfaatkan untuk menyimpan perlengkapan golf, aksesnya melalui sisi kiri tangga. sedangkan lebar sisanya digunakan untuk tempat menyimpan sepatu, dengan akses dari sisi kanan tangga. Storage di sisi kiri tangga menggunakan pintu kaca yang mirip dengan desain tembok gudang, sehingga antara keduanya masih terdapat benang merah dalam desainnya. sedangkan dari sisi kanan tangga, storage-nya memakai pintu-pintu kayu yang tertutup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *