Instalasi Smart Home Modern

Edisi lalu kita sudah melihat bagaimana teknologi smarthome dipamerkan di CES 2025. Dalam pameran tersebut terselip ambisi untuk membumikan smart home dengan perangkat yang lebih praktis dan harga terjangkau. Bagaimana dengan Indonesia? J ika sebelumnya CHIP membahas mengenai solusi home Amerika Serikat, kali ini CHIP akan membawa Anda un- tuk melihat bagaimana teknologi kan di Indonesia. terkini yang dipamerkan di CES 2015 di Las Vegas, smart home diterap smartBerdasarkan penelusuran CHIP dengan beberapa penyedia solusi smart home di Indonesia, peminat dan adopsi solusi smart home memang hanya segelintir orang. Hal ini seperti diungkap Sukron, Technical Specialist Honeywell Indonesia.

“Kita biasanya mendapat order untuk instalasi smart home dari rekan seorang klien atau distributor yang memang khusus ingin memasang home automation, dan bisa di pantau via WA WEB” jelasnya. “Cuma, biasanya hanya mereka yang tergolong menengah ke atas yang menggunakan solusi ini,” tambahnya. Honeywell merupakan salah satu penyedia layanan otomasi dan keamanan bangunan, mulai dari level rumahan, perumahan, apartemen, dan per kantoran. Untuk otomasi rumah, produk yang ditawarkan mulai dari perangkat otomasi lampu, alarm keamanan, pendeteksi asap, otomasi tirai, hingga pintu garasi. Namun di Indonesia, perusahaan asal AS ini tidak menjual produk otomasi rumahnya di pasaran konsumer. Mereka biasanya menawarkan solusi ini untuk gedung perkantoran, hotel, dan apartemen. Sebab mereka mengakui pasar untuk produk ini di Indonesia masih terlalu kecil. Untuk klien rumah perorangan, menurut Sukron biasanya mereka mendapat informasi dari rekan-rekan para distributor. Namun, untuk pemasangan skala besar, “biasanya kami menawarkan solusi ini bagi apartemen agar mereka punya nilai tambah yang bisa ditawarkan bagi calon penghuni.

Dengan banyaknya apartemen yang ada di Jakarta, mereka tentu perlu pembeda,” jelas Felicia Thenardy, Strategic Marketing Specialist Honeywell Indonesia. Felicia juga menyebutkan bahwa meski pangsa pasarnya kecil, mereka tetap gencar mengenalkan produk home automation-nya ini ke pasar lewat pameran-pameran. Sementara untuk apartemen, produk yang digunakan di antaranya adalah kamera monitoring yang bisa dihubungkan langsung ke panel layar yang ada di kamar penghuni. “Jadi ketika ada tamu datang, ia cukup berbicara di depan mesin yang dilengkapi kamera pengawas. Penghuni di kamar tujuan bisa langsung melihat orang yang datang, berbicara, dan menentukan apakah ia akan menerima atau menolak si tamu naik dan masuk ke dalam ruangannya,” terang Felicia. Solusi ini salah satunya telah di aplikasikan Honeywell di salah satu apartemen di bilangan selatan Jakarta. Untuk solusi keamanan, Honeywell menyediakan CCTV baik digital maupun analog, kamera pengawas yang dilengkapi dengan sensor gerak dan infra merah, juga berbagai detektor asap. Semua perangkat ini menurut Felicia ada yang sudah terhubung dengan wireless atau masih menggunakan kabel. Honeywell Tuxedo Touch adalah solusi home automation wireless terbaru mereka yang sudah tersedia di Indonesia

CCTV

Selain produk buatan AS, ada juga yang menawarkan solusi untuk otomasi rumah dengan penyedia dari kawasan Asia, baik produk Taiwan ataupun Cina. Pabrikan tersebut juga menyediakan access control, alarm system, dan lainnya. A. Falahuddin, Marketing Project PT Sinergi Sempurna Solusindo menyebutkan mereka memiliki sebagian dari solusi tersebut, sebab di Indonesia tak banyak yang berminat untuk membuat home automation. Karenanya mereka berkonsentrasi untuk pemasangan keamanan lewat pemasangan CCTV juga solusi untuk kantoran seperti mesin absensi, access control, otomasi dan otorisasi pintu. Bagi mereka yang butuh keamanan lebih tinggi, disediakan pula kamera PTZ (pan,tilt,zoom). Kamera jenis ini menurut Falahuddin bisa juga dikonfigurasi agar kamera bisa merekam sambil mengikuti gerak objek. Namun pergerakan kamera tentu terbatas pada luas area tertentu saja. Selain itu, Falahuddin juga menyebutkan biasanya mereka yang memasang produk seperti ini masih didominasi kalangan menengah ke atas, dengan populasi terbanyak tinggal di kawasan Jakarta dan disusul kota-kota di sekitarnya (Jabodetabek). “Biasanya mereka pasang setelah ada kejadian, kemalingan atau apa, baru pasang. Ada juga orang yang baru pindah rumah, pasang untuk keamanan. Karena dia nggak tau keamanan disitu gimana, kan?” tuturnya.

Home appliance

Indonesia memang belum menjadi pasar yang seksi untuk perangkat smart home. Meski sempat memperkenalkan beberapa produk home appliance (kulkas salah satunya) yang bisa merespon perintah lewat layanan perpesanan pada CES 2014, namun hingga kini LG belum mengomersialkan produk tersebut. Produk smart yang ditawarkan masih konsentrasi di smart TV. Produk “smart” yang paling siap dipasaran dan Anda punya banyak pilihan produk dari berbagai vendor. Untuk konsumen Indonesia, LG menyediakan dua pilihan untuk produk smart tv miliknya. Produk untuk kelas high-end dibundel dengan sistem operasi WebOS, sementara untuk produk menengahnya menggunakan Netcast. Netcast ditujukan untuk pasar kelas menengah. Menurut Andi Pratama, Product Manager TV LG Indonesia, pasar smart TV untuk kelas menengah di Indonesia cukup dominan. Terbukti dengan dominasi penjualan smart TV kelas menengah yang menguasai 70% penjualan smart TV LG. Menurut Andi produk smart TV LG menawarkan kemampuan terhubung dengan Internet dengan layar besar dan menjadwal otomatis perekaman acara tv favorit. Perekaman tetap akan berjalan sekalipun televisi dalam posisi mati selama kabel listrik tv itu tidak dicabut.

Sebagai pembeda dari kompetitor, LG menawarkan interface yang lebih ramah pengguna untuk sistem operasi smart TV-nya. “Easy and simple. Sebab, kebanyakan pengguna smart tv ngga ngerti gimana mengoptimalkan smart tv mereka,” jelasnya. Ia juga menjelaskan sejak pertama kali smart TV muncul di tahun 2011, evolusinya terus terjadi tapi smart TV ini jadi makin sulit digunakan. “Maka 2014 lalu, LG ingin smart TV kita makin mudah digunakan,” tambahnya. Salah satunya adalah dengan membuat BeanBird yang memudahkan tv untuk menangkap sinyal Wi-Fi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *