Kenapa si Kecil Menangis

Mama baru, umumnya bingung menghadapi bayi yang menangis. Bahkan, ada yang panik dan takut terjadi apa-apa dengan si buah hati. Nah, bagaimana dengan Mama sendiri?  “Wah , paniknya bukan main. . . diginiin salah, digituin salah, pokoknya serbasalah banget, deh!” aku Mama Wulan Agusti.

Baca juga : kerja di Jerman

Bukan hanya panik, Mama Yuni Sutardi malah suka ikutan menangis saking bingungnya karena tak tahu mengapa bayinya menangis. Sementara Mama Chichy Erwin Saputra mengaku langsung ketakutan setiap kali bayinya menangis, “Takut kenapa-kenapa… takut anak sakit atau apa. Pokoknya, tangisan si dede bagaikan tamparan rasanya.” Bahkan, ada mama yang ketakutan bayinya diganggu roh halus. “Waktu itu bayi saya usia 1—2 bulan, dia sepanjang malam menangis terus sampai saya takut dia diganggu roh halus,” cerita Mama Eva Geraldine.

Itu tadi pengalaman beberapa member fan pages Facebook nakita kala pertama jadi mama baru. Wajar saja, namanya juga masih baru. Sebetulnya sangat normal bila bayi kerap menangis pada tiga bulan pertama. Puncaknya terjadi saat usia 3—6 minggu. Menariknya, bayi menangis bukan tanpa alasan. Nah, alasan atau sebab inilah yang perlu kita pahami agar tak dilanda panik dan tahu cara penanganan dengan tepat. Menurut Dr. Harvey Karp, MD, dokter spesialis anak dan penulis buku Happiest Baby on the Block, bayi baru lahir mendambakan suasana yang hangat dan menenangkan seperti saat masih di dalam kandungan.

Sementara di dunia, begitu banyak suara, cahaya lampu terang, dan suhunya pun tak sehangat ketika di dalam rahim. Bisa jadi, ini salah satu alasan bayi kerap menangis di awal-awal kehidupannya. Seiring usia bertambah, tangisan bayi pun berangsurangsur berkurang, umumnya mulai usia 12—16 minggu. Hal ini terkait dengan meningkatnya keterampilan motorik bayi, yaitu kemampuan untuk berpindah (contohnya di usia 3 bulan, ia sudah bisa tengkurap sendiri), penglihatannya sudah fokus, dan jemarinya sigap menggenggam benda/mainan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.