Kursus Memory Sport

Kekuatan daya ingatnya, mulai terlihat saat Shafa masuk SD di SDIT Daarussalaam Sangatta, Kutai Timur (Kalimantan Timur). Di sekolahnya ada pelajaran menghafal surat-surat pendek, hadis, dan bacaan doa. Itu semua dengan mudah Shafa lakukan, bahkan saat menghafalkan surat An Naba, 40 ayat, dia lebih cepat dari saya. Nah, saat itu Kak Yudi sedang mengembangkan kursus metode mengingat yang merupakan salah satu prestasi yang pernah diraihnya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Dengan maksud supaya kemampuan menghafal Alquran lebih baik, saya ikutkan Shafa kursus di tempat Kak Yudi. Alhamdulillah, perkembangannya baik, karena Shafa ingin meraih cita-citanya sebagai dokter yang juga penghafal Alquran. Ikut kursus memory sport dengan Kak Yudi rupanya menyenangkan bagi Shafa. Selain dia rajin ikut belajarnya, juga Shafa semakin suka membuat tulisan cerita atau komik. Selidik punya selidik, ternyata metode belajar memory sport itu banyak bermain, termasuk menonton atau belajar dari film, menggambar atau melukis, membuat Foretan atau tulisan, bahkan petak umpet dimainkan juga di sela-sela kursus. Mungkin karena itulah, dia senang ikut memory sport.

 

PECAHKAN REKOR DUNIA Pertama kali ikut penyaringan dari beberapa sekolah di Sangatta, Shafa termasuk yang menonjol. Nah, karena standar pembelajaran kursus telah sama dengan world memory council yang berbasis di London, maka oleh Kak Yudi, Shafa didaftarkan dalam kompetisi memory di Hongkong pada 2013. Saat itu Shafa hanya mendapatkan ranking 11, namun sudah lumayan untuk pendatang baru seperti Shafa yang hanya dipersiapkan satu bulan saja. Tahun berikutnya, 2014, Shafa kembali ikut kompetisi di Hongkong.

Saat itu ia mendapatkan peringkat kedua dan memecahkan rekor dunia anak dalam cabang “Name and Face”. Masih di tahun yang sama, pada kompetisi di Tokyo, Jepang, Shafa juga mendapatkan peringkat ke-2. Sementara pada kejuaraan dunia di China, Shafa menduduki peringkat ke-6 dunia. Selanjutnya, tahun 2015, meskipun peringkat ke-4 pada kejuaraan Asia di Hongkong, namun Shafa mampu memecahkan salah satu rekor dunia anak lagi untuk cabang mengingat wajah dan nama (Name and Face). Karena sering mengikuti kompetisi, otomatis Shafa sering izin dari sekolah.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *