Menyimpan Memorabilia di Dinding Rumah Situs Judi Online

Menyimpan Memorabilia di Dinding Rumah Situs Judi Online Rumah adalah tempat kita menyimpan semua kenangan manis yang menjadikannya personal dan unik. Di apartemen ini, pasangan muda Ari Hasan Basri (28) dan Luvina Satria (28) menuangkan memorabilia mereka ke dalam produk cantik penghias rumah. Beragam pernik penuh kenangan ini memang mengisi setiap sudut ruangan, menyimpan ceritanya masing-masing untuk dibagikan pada keluarga dan sahabat yang datang berkunjung. Inilah sepenggal kisah di baliknya. Tersimpan Sentuhan Personal Terang namun bersuasana hangat, unit apartemen seluas 88m² ini serasa menyambut pengunjung dengan ramah. Luvina bercerita, kesan ini tak tampak sama sekali pada suasana interior sebelumnya, yang merupakan cerminan selera sang ayah. “Suasana sebelumnya remangremang, penuh wallpaper, dan bergaya etnik.

Menyimpan Memorabilia di Dinding Rumah Situs Judi Online

Bukan selera kami banget, jadi diubah total,” tutur Luvina membuka cerita tentang hunian mungil yang ditinggalinya berdua dengan sang suami ini. Alhasil, rombak total pun dilakukan sebelum mereka menempati unit apartemen ini pada bulan September 2013. Meski saat pertama kali pindah hanya ada ranjang dan dapur, perlahan-lahan Luvina dan Ari pun mengisi hunian mereka dengan furnitur dan pernik yang mereka sukai. “Semua pernik di sini ada ceritanya. Kami dapat dari berbagai tempat saat bepergian. Ada yang dari Palembang, Jakarta, Bali, Shanghai, Jepang, hingga Turki,” ucap Ari, menyambung pernyataan sang istri. Untuk menciptakan desain yang sesuai, Ari yang baru merintis karir di dunia perancangan interior pun membuat sendiri sebagian besar furnitur di apartemen ini. Luvina dan Ari turun langsung menentukan desain masing-masing furnitur di rumah mereka, dari meja makan, nakas, kotak sepatu, hingga ranjang.

Tak Terpatok Gaya Tertentu Luvina menjelaskan, tak ada gaya khusus yang menjadi patokannya dalam mengisi interior unit apartemen ini. Ada sentuhan gaya Jepang yang simpel dan ramping di salah satu sudut, ada sentuhan klasik lewat permainan profi l dinding dan furnitur, ada juga sentuhan gaya Skandinavia yang simpel, terang, namun hangat. “Tidak ada patokan gaya tertentu, yang jelas kami mencari desain yang simpel dan terang supaya ruangan tidak terasa sempit,” Ari menjelaskan. Untuk mendukung konsep ini, beberapa perombakan sempat dilakukan. Di ruang keluarga, plafon dinaikkan hingga tinggi maksimal untuk mendapatkan kesan lebih luas. Dinding kamar mandi yang semula menyiku pun dibuat persegi sehingga ruangan lebih luas. Untuk olahan furniturnya, mereka banyak menggunakan material kayu jati belanda unfi nished yang menonjolkan serat kayunya. Unsur kayu juga dimunculkan lewat aplikasi lantai parket berwarna cokelat muda di ruang keluarga dan ruang tidur, juga lantai dan dinding kamar mandi dari keramik bermotif serat kayu. Perpaduan olahan ini menghasilkan suasana interior yang nyaman ditinggali dan mencerminkan selera pribadi pemiliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *