Pondok Lesehan & Pemancingan “Familier”

Anda yang punya hobi mancing dan makan enak, wajib mengunjungi tempat ini. Di rumah makan berkapasitas 500 orang ini, Anda bukan hanya disediakan sejumlah hidangan laut yang lezat, tetapi juga kolam luas yang mengelilingi tempat makan. Di kolam itu setiap orang bisa memancing ikan gurame, mas, atau ikan mujair. Pemancing hanya perlu membayar seharga ikan yang dipancing.

Salah satu sajian favorit di kedai yang sudah berdiri sejak 3 tahun yang lalu ini adalah udang hot plate dan blengong sedepan. Blengong adalah perkawinan bebek dan entok. Sambil menunggu hidangan diolah, pengunjung bisa berkaroke atau memancing. Udang hot plate sungguh istimewa. Sesuai namanya, udang disajikan di atas piring panas.

Pramusaji akan langsung menuang saus panas di hadapan Anda. Asap yang mengepul segera saja bikin perut kita menjadi lapar. Saus udangnya berwarna merah, rasanya asam manis. Kelezatan udang hot plate berisi 5 ekor udang ini bisa kita nikmati dengan harga Rp 45 ribu. Bagaimana dengan blengongnya. Mereka mengolahnya dalam bumbu pekat asam pedas.

Kuahnya cukup banyak meski tak sebanyak sup atau soto. Satu porsi blengong bisa disantap untuk tiga orang. Harganya cukup murah, hanya Rp Rp 35 ribu. Ingin hidangan lain? Tentu saja ada. Azmawi Azis (55), sang pemilik punya beberapa menu yang layak Anda coba. Sebut saja ayam rica- rica, blengong kremes, dan pucung bawal. Anda ingin mampir? Catat jam bukanya pukul 09. 00-21.00 setiap hari.

Google Monopoli Android II

teknorus.com – Selain terpaksa harus menggunakan pencarian Google, para manufaktur ponsel Android juga tak bisa memasang (dan meminta bayaran dari) produk pencarian lain seperti Bing dari Microsoft. Menurut para penggugat, para produsen Android tidak melakukan hal tersebut atas dasar sukarela, melainkan karena suatu bentuk “paksaan”.

Baca juga : Gambar Keren

“Karena konsumen menginginkan akses ke produk Google, dan karena posisi kuat Google di pasar AS untuk pencarian berbasis mobile, Google memiliki posisi tawar yang tak tertandingi atas produsen smartphone dan tablet,” tulis gugatan yang dilayangkan oleh Gary Feitelson dari Kentucky dan Daniel McKee dari Iowa itu, seperti dikutip kompas. Hal ini mengingatkan kita pada tuduhan monopoli yang dialamatkan kepada Microsoft beberapa belas tahun lalu. Situasinya mirip, yaitu Microsoft dituduh mencangkokkan aplikasi peramban (browser) Internet Explorer dalam sistem operasinya. Hanya saja, terdapat beda antara tuduhan Microsoft dan Google ini.

Dalam praktiknya dulu, Microsoft menanamkan Internet Explorer dalam sistem operasi sehingga menjadi bagian yang tidak bisa dihilangkan begitu saja oleh penggunanya. Sedang pada kasus Google, jika tak diinginkan, fitur-fitur itu bisa disingkirkan oleh penggunanya. Poin inilah yang digunakan Google dan para pendukungnya untuk berkilah. Dalam pernyataan resminya Google bilang bahwa siapapun bisa menggunakan Android tanpa Google dan sebaliknya dapat menggunakan Google tanpa Android.

Sejak Android hadir, konsumen mendapatkan pilihan ponsel cerdas yang beragam akibat kompetisi yang ketat. Apakah Anda bingung dengan gugatan ini? Memang sepertinya penggugat ini mengada-ada karena faktanya Android membuat harga ponsel cerdas pada berturunan. Lagipula, kalau di Indonesia banyak alternatif ponsel merek lokal yang lebih murah lagi karena menggunakan versi Android yang opensource.

Bagaimana bisa Google dituntut karena membuat ponsel Android jadi mahal? Yah, begitulah di Amerika, pelanggaran sedikit saja pada hukum, dalam hal ini Undangundang antimonopoli, bisa dijadikan dalil dan menyeret pelaku ke meja hijau. Ingat, UU antimonopoli ini diciptakan dalam paradigma melindungi konsumen, artinya memang konsumen diberi posisi yang kuat di “sono”.

Korban Tawuran

Korban Tawuran – Orang tuanya masih syok karena anak- nya meninggal tidak wajar,” ucap Fitriyani, 43 tahun, kepada Tempo, kemarin. Fitriyani adalah bibi AH, siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 15 Slipi, Jakarta Barat, yang menjadi korban pengeroyokan sadis pada Sabtu dinihari pekan lalu di Jalan Permata Hijau, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Siswa berusia 16 tahun itu tewas akibat sabetan senjata tajam dan siraman air keras di tubuhnya. AH dikenal sebagai anak pendiam dan penurut di kalangan keluarga. “Paling dia keluar rumah kalau malam Minggu, nongkrong sama temannya di dekat rumah,” ucap Fitriyani di rumah duka, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Fitri, yang bertetangga dengan AH, terakhir bertemu dengan keponakannya itu pada pekan lalu. AH meminta izin ke luar rumah kepada ibunya pada Jumat malam untuk mengerjakan tugas bersama temannya. Sang ibu pun memberi uang jajan Rp 15 ribu. “Katanya kurang, ditambah lagi sama ibunya Rp 5.000.”

Biasanya, dia pulang sekitar pukul 11.00 WIB, tapi malam itu hingga pukul 00.00 AH tak tampak. Menurut Fitri, kedua orang tuanya menghubungi nomor telepon AH, tapi tak direspons. Barulah sekitar waktu salat subuh, orang tuanya mendapat panggilan telepon dari teman AH, yang mengabarkan bahwa anaknya dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Ayah AH langsung ke rumah sakit, tapi kembali ke rumah karena tak tega melihat kondisi anaknya. Familinya menggantikan dia menjaga AH. Sedangkan ibunya hanya bisa menangis di rumah. Paman almarhum, Sulaiman, 60 tahun, menyebut AH sebagai anak alim di antara saudarasaudaranya. Anak ketiga dari empat bersaudara tersebut senang jika bertemu dengan Sulaiman. “Kami bisa ngobrol sampai malam,” ucap pria asal Temanggung, Jawa Tengah, itu. AH baru dua bulan menjadi siswa SMA Muhammadiyah 15 dan mengikuti ekstrakurikuler futsal. Beberapa siswa menyatakan mengenal AH, tapi tak pernah berinteraksi. “Bukan murid bangor. Dia enggak pernah purapura izin buat pergi ke luar sekolah,” ujar Santoso, petugas satuan pengamanan sekolah.

Ide Desain Rumah di Bali yang di Lengkapi Genset Bali

Ide Desain Rumah di Bali yang di Lengkapi Genset Bali – Tebal dinding rumah raTa-raTa adalah 15 cm untuk dinding bata plester 2 sisi. Jika ada 2 dinding berdiri, maka ada 30 cm lahan rumah yang tak bisa digunakan. Jika ada 5 dinding sejajar yang menyekat ruang, total ada 75 cm ruang terbuang. Ruang yang terbuang ini kian membesar sesuai dengan panjang dinding yang menyekat sebuah ruang. Lantas, apa ruginya dengan “membuang” ruang selebar 30 cm-75 cm? Jika dinding rumah hanya berfungsi sebagai penyekat, bukan struktur rumah, anda bisa meniadakan dinding tersebut. sekat ruang bisa diganti dengan elemen interior lainnya. Dengan lebar 30 cm, anda bisa mendapatkan sebuah rak buku atau rak pajang aksesoris.

Dengan 75cm, anda bisa mendapatkan sebuah lemari pakaian. Daripada hanya menjadi sekat saja, anda bisa mengoptimalkan dinding yang berfungsi sebagai area simpan. Dengan menghilangkan dinding dan mengganti dengan lemari simpan, biaya yang dikeluarkan juga lebih efesien. anda tak perlu membangun dinding dan kemudian membeli lemari. anda cukup merancang lemari yang meninggi dengan fungsi ganda sebagai penyekat. sebagai inspirasi, berikut desain lemari sebagai penyekat kamar. MeneMPatKan guDang bisa di mana saja. namun biasanya gudang diletakkan pada tempat yang tersembunyi. Gudang yang satu ini sedikit berbeda.

Desainer interior dari adya Duamitra, erfah kusumawati dan ridya Prastiti, merancang gudang tepat di atas ruang pantri. sedangkan pantrinya sendiri ditempatkan berdampingan dengan ruang makan yang terhubung tanpa batas dengan ruang tamu dan tangga menuju ke lantai 2. rumah yang berlokasi di Palmerah, Jakarta Barat, ini memainkan ketinggian lantai dengan mezanin. Lantai mezanin itu dimanfaatkan untuk kamar tidur asisten rumah tangga, gudang, serta area jemur. Bagian dari lantai mezanin yang dimanfaatkan untuk gudang itulah yang berada di atas area pantri. area pantrinya memiliki lantai yang lebih rendah sekitar 50 cm dari lantai dasar rumah. Maka, meskipun di atasnya ada lantai mezanin yang digunakan untuk gudang, tinggi plafon di ruang pantri tetap memadai.

Bagian dinding gudang yang bisa dilihat dari ruang makan dan ruang tamu tidak dibiarkan tampil dengan tembok polos saja. Dinding itu digantikan dengan permainan kaca sandblast yang dipasang dalam rangka kayu, dikombinasi dengan kisikisi horizontal. rangka dan kisi-kisi itu diberi penyelesain duko putih. Variasi antara kaca, rangka dan kisi-kisi yang dipasang secara acak, menjadi aksen yang menarik jika dilihat dari ruang di bawahnya. Bisa jadi, tamu yang datang pun tak akan mengira bahwa itu adalah gudang. Pintu masuk menuju gudang berada di lantai mezanin. Gudang itu berukuran sekitar 4 m x 2 m, dengan tinggi plafon hanya 160 cm. Di dalamnya terdapat beragam barang mulai raket tenis, kereta bayi, rak-rak dan meja, serta kotak-kotak yang diisi dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Dari dalam gudang, kita juga bisa mengintip ke ruang makan dan ruang tamu. Gudang pun akhirnya memiliki fungsi lain: sebagai tempat untuk memantau kondisi di ruang lain!

MANFAATKAN BAWAH TANGGA

Di rumah ini masih ada “gudang” lain yang terletak di bawah tangga. Lebar tangga yang mencapai sekitar 110 cm dibagi menjadi 2. Lebar 50 cm dimanfaatkan untuk menyimpan perlengkapan golf, aksesnya melalui sisi kiri tangga. sedangkan lebar sisanya digunakan untuk tempat menyimpan sepatu, dengan akses dari sisi kanan tangga. Storage di sisi kiri tangga menggunakan pintu kaca yang mirip dengan desain tembok gudang, sehingga antara keduanya masih terdapat benang merah dalam desainnya. sedangkan dari sisi kanan tangga, storage-nya memakai pintu-pintu kayu yang tertutup

Instalasi Smart Home Modern Bagian 2

Mahal

Untuk mewujudkan rumah otomatis ini di Indonesia perlu mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Sukron mencontohkan jika Anda mau menyicil membangun otomasi rumah dengan mengotomatiskan lampu saja, harga minimal untuk mamasang produk lampu otomatis miliknya bisa menelan 20-30 juta. “Itu untuk satu rumah dengan pemasangan tiga lampu otomatis,” terang Sukron. Disebutkan pula bahwa lampu otomatis ini bisa dikendalikan lewat smartphone ketika Anda tidak di rumah. Jadi, tak perlu khawatir rumah gelap gulita ketika Anda tak dirumah. Tapi jika menurut Anda mengawasi rumah lebih penting, maka memasang mata tambahan dengan CCTV adalah solusi terbaik. Menurut Falahuddin, besarnya biaya pemasangan, tergantung permintaan pengguna. Untuk pemasangan termininal setidaknya perlu 6 juta rupiah. “Untuk kamera kita biasa jualnya sepaket sama software-nya. Kalau analog kita paketin sama recording-nya. Untuk paket rumahan yang bisa akses handphone sekitar 6 juta rupiah, itu termasuk empat kamera sudah include instalasi, DVR, storage 500 GB untuk merekam selama sebulan, dan jasa instalasi serta untuk configure di handphone. Khusus untuk Android dan iOS,” terangnya Tapi jika ingin merangkai seluruh produk home automation, baik lampu, HVAC (heating, ventilation, dan air conditioning) termasuk di dalamnya motor penggerak tirai, maka bersiaplah merogoh kocek hingga ratusan juta karena dibekali juga dengan genset jakarta yang bergaransi seperti disebutkan Falahuddin dan Sukron.

Meski tergolong cukup mewah untuk ukuran Indonesia, berdasarkan penelitian Venkatesh, penduduk berpenghasilan tinggi di AS menghabiskan sekitar Rp 240 juta untuk mengotomasi rumahnya. Meski tampak mahal, rupanya ini masih jauh murah ketimbang membayar pelayan rumah full time. Untuk sistem yang lebih canggih, bisa menghabiskan hingga puluhan miliyar rupiah. Tapi menjadi kaya saja ternyata tidak lantas membuat seseorang mengadopsi sistem otomasi rumah ini. Berdasarkan penelitian yang dibuat iControl, salah satu perusahaan pembuat produk home automation di AS, ternyata faktor utama yang mendorong seseorang mengadopsi otomasi rumah bukan berdasarkan tingkat pendapatan, jenis kelamin, atau umur. Melainkan minat terhadap teknologilah yang paling mempengaruhi. Bagi para penggila teknologi ini, mampu mengendalikan lampu dan thermostat (pengontrol temperatur rumah) tidaklah cukup. Mereka juga ingin mengendalikan sistem hiburan di rumah, perabot rumah tangga, kunci pintu dan garasi, juga mengotomatiskan pekerjaan luar rumah seperti menyiram tanaman dan peringatan atau penutup otomatis kalau air telah penuh. Selain mahal dan hanya digilai segelintir orang, untuk memasang sistem otomasi rumah ini juga perlu proses instalasi yang tak mudah. Membongkar tembok dan plafon untuk menanam kabel adalah hal lumrah. Diperlukan juga tenaga profesional untuk pembongkaran dan instalasi khusus. Selain itu, biasanya tiap fungsi punya panel pengendali berbeda. Semisal untuk otomasi lampu, HVAC, kamera pengawas, semua punya panel tersendiri. Hal tersebut membuat otomasi rumah semakin repot untuk diadopsi ke rumah Anda. Namun ke depan, Felicia menyebutkan bahwa Honeywell siap mengintegrasikan semua fungsi itu. “Ke depan panel pengendali ini akan lebih praktis. Sebab semua menyatu untuk mengendalikan seluruh rumah,” jelas Felicia. Honeywell sendiri menurut Felicia cukup serius menggarap solusi smart home. Ini ditandai dengan dibuatnya tim khusus untuk pengembangan home automation. Pada gelaran CES 2015 lalu, Honeywell juga sudah memamerkan beberapa produk otomasi rumah terbaru dan sudah siap terintegrasi dengan HomeKit Apple dan beberapa produk dari vendor lain. Namun, Felicia belum dapat memastikan apakah produk-produk itu akan segera masuk ke pasar Indonesia secara resmi. Jadi makin terlihat bukan, betapa sempitnya pasar sistem otomasi rumah ini. Maka kehadiran perangkat otomasi rumah dengan harga yang lebih terjangkau dan mudah diinstalasikan seperti dipamerkan di CES 2015 lalu, diharapkan bisa mempopulerkan sistem ini ke depannya.

Instalasi Smart Home Modern

Edisi lalu kita sudah melihat bagaimana teknologi smarthome dipamerkan di CES 2025. Dalam pameran tersebut terselip ambisi untuk membumikan smart home dengan perangkat yang lebih praktis dan harga terjangkau. Bagaimana dengan Indonesia? J ika sebelumnya CHIP membahas mengenai solusi home Amerika Serikat, kali ini CHIP akan membawa Anda un- tuk melihat bagaimana teknologi kan di Indonesia. terkini yang dipamerkan di CES 2015 di Las Vegas, smart home diterap smartBerdasarkan penelusuran CHIP dengan beberapa penyedia solusi smart home di Indonesia, peminat dan adopsi solusi smart home memang hanya segelintir orang. Hal ini seperti diungkap Sukron, Technical Specialist Honeywell Indonesia.

“Kita biasanya mendapat order untuk instalasi smart home dari rekan seorang klien atau distributor yang memang khusus ingin memasang home automation, dan bisa di pantau via WA WEB” jelasnya. “Cuma, biasanya hanya mereka yang tergolong menengah ke atas yang menggunakan solusi ini,” tambahnya. Honeywell merupakan salah satu penyedia layanan otomasi dan keamanan bangunan, mulai dari level rumahan, perumahan, apartemen, dan per kantoran. Untuk otomasi rumah, produk yang ditawarkan mulai dari perangkat otomasi lampu, alarm keamanan, pendeteksi asap, otomasi tirai, hingga pintu garasi. Namun di Indonesia, perusahaan asal AS ini tidak menjual produk otomasi rumahnya di pasaran konsumer. Mereka biasanya menawarkan solusi ini untuk gedung perkantoran, hotel, dan apartemen. Sebab mereka mengakui pasar untuk produk ini di Indonesia masih terlalu kecil. Untuk klien rumah perorangan, menurut Sukron biasanya mereka mendapat informasi dari rekan-rekan para distributor. Namun, untuk pemasangan skala besar, “biasanya kami menawarkan solusi ini bagi apartemen agar mereka punya nilai tambah yang bisa ditawarkan bagi calon penghuni.

Dengan banyaknya apartemen yang ada di Jakarta, mereka tentu perlu pembeda,” jelas Felicia Thenardy, Strategic Marketing Specialist Honeywell Indonesia. Felicia juga menyebutkan bahwa meski pangsa pasarnya kecil, mereka tetap gencar mengenalkan produk home automation-nya ini ke pasar lewat pameran-pameran. Sementara untuk apartemen, produk yang digunakan di antaranya adalah kamera monitoring yang bisa dihubungkan langsung ke panel layar yang ada di kamar penghuni. “Jadi ketika ada tamu datang, ia cukup berbicara di depan mesin yang dilengkapi kamera pengawas. Penghuni di kamar tujuan bisa langsung melihat orang yang datang, berbicara, dan menentukan apakah ia akan menerima atau menolak si tamu naik dan masuk ke dalam ruangannya,” terang Felicia. Solusi ini salah satunya telah di aplikasikan Honeywell di salah satu apartemen di bilangan selatan Jakarta. Untuk solusi keamanan, Honeywell menyediakan CCTV baik digital maupun analog, kamera pengawas yang dilengkapi dengan sensor gerak dan infra merah, juga berbagai detektor asap. Semua perangkat ini menurut Felicia ada yang sudah terhubung dengan wireless atau masih menggunakan kabel. Honeywell Tuxedo Touch adalah solusi home automation wireless terbaru mereka yang sudah tersedia di Indonesia

CCTV

Selain produk buatan AS, ada juga yang menawarkan solusi untuk otomasi rumah dengan penyedia dari kawasan Asia, baik produk Taiwan ataupun Cina. Pabrikan tersebut juga menyediakan access control, alarm system, dan lainnya. A. Falahuddin, Marketing Project PT Sinergi Sempurna Solusindo menyebutkan mereka memiliki sebagian dari solusi tersebut, sebab di Indonesia tak banyak yang berminat untuk membuat home automation. Karenanya mereka berkonsentrasi untuk pemasangan keamanan lewat pemasangan CCTV juga solusi untuk kantoran seperti mesin absensi, access control, otomasi dan otorisasi pintu. Bagi mereka yang butuh keamanan lebih tinggi, disediakan pula kamera PTZ (pan,tilt,zoom). Kamera jenis ini menurut Falahuddin bisa juga dikonfigurasi agar kamera bisa merekam sambil mengikuti gerak objek. Namun pergerakan kamera tentu terbatas pada luas area tertentu saja. Selain itu, Falahuddin juga menyebutkan biasanya mereka yang memasang produk seperti ini masih didominasi kalangan menengah ke atas, dengan populasi terbanyak tinggal di kawasan Jakarta dan disusul kota-kota di sekitarnya (Jabodetabek). “Biasanya mereka pasang setelah ada kejadian, kemalingan atau apa, baru pasang. Ada juga orang yang baru pindah rumah, pasang untuk keamanan. Karena dia nggak tau keamanan disitu gimana, kan?” tuturnya.

Home appliance

Indonesia memang belum menjadi pasar yang seksi untuk perangkat smart home. Meski sempat memperkenalkan beberapa produk home appliance (kulkas salah satunya) yang bisa merespon perintah lewat layanan perpesanan pada CES 2014, namun hingga kini LG belum mengomersialkan produk tersebut. Produk smart yang ditawarkan masih konsentrasi di smart TV. Produk “smart” yang paling siap dipasaran dan Anda punya banyak pilihan produk dari berbagai vendor. Untuk konsumen Indonesia, LG menyediakan dua pilihan untuk produk smart tv miliknya. Produk untuk kelas high-end dibundel dengan sistem operasi WebOS, sementara untuk produk menengahnya menggunakan Netcast. Netcast ditujukan untuk pasar kelas menengah. Menurut Andi Pratama, Product Manager TV LG Indonesia, pasar smart TV untuk kelas menengah di Indonesia cukup dominan. Terbukti dengan dominasi penjualan smart TV kelas menengah yang menguasai 70% penjualan smart TV LG. Menurut Andi produk smart TV LG menawarkan kemampuan terhubung dengan Internet dengan layar besar dan menjadwal otomatis perekaman acara tv favorit. Perekaman tetap akan berjalan sekalipun televisi dalam posisi mati selama kabel listrik tv itu tidak dicabut.

Sebagai pembeda dari kompetitor, LG menawarkan interface yang lebih ramah pengguna untuk sistem operasi smart TV-nya. “Easy and simple. Sebab, kebanyakan pengguna smart tv ngga ngerti gimana mengoptimalkan smart tv mereka,” jelasnya. Ia juga menjelaskan sejak pertama kali smart TV muncul di tahun 2011, evolusinya terus terjadi tapi smart TV ini jadi makin sulit digunakan. “Maka 2014 lalu, LG ingin smart TV kita makin mudah digunakan,” tambahnya. Salah satunya adalah dengan membuat BeanBird yang memudahkan tv untuk menangkap sinyal Wi-Fi.

Pertamina Siapkan Investasi US$ 237 Juta di Blok Sanga Sanga

KUTAI KARTANEGARA — PT Pertamina (Persero) akan menyiapkan investasi untuk mengelola Blok Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Senior Vice President Upstream Strategic Planning, Portfolio, & Evaluation Pertamina, Meidawati, menyatakan perseroan berkomitmen menyiapkan US$ 237 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun. “Investasi itu untuk tiga tahun pertama,” ujarnya kemarin. Pemerintah menyerahkan pengelolaan ladang minyak dan gas SangaSanga kepada Pertamina per 8 Agustus 2018 dari kontraktor sebelumnya, Virginia Indonesia Company (Vico). Untuk meningkatkan produksi di lapangan tua tersebut dibutuhkan investasi untuk eksplorasi.

Meidawati belum bersedia mengungkapkan target produksi Sanga Sanga setelah dioperasikan Pertamina. Perusahaan perlu memastikannya dengan melakukan studi dan eksplorasi terlebih dulu. Dia optimistis peningkatan produksi bisa dilakukan kendati investasi eksplorasi tak murah. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Amien Sunaryadi, mengatakan tugas pertama Pertamina tidak hanya mempertahankan produksi, tapi juga meningkatkan lifting. Sebab, selama dua tahun terakhir, lifting minyak dan gas dari Sanga Sanga menurun. Salah satu penyebab penurunannya adalah Vico tak menggenjot produksi menjelang berakhirnya kontrak. “Saya berharap transisi bisa mulus dan produksi tidak turun,” ujarnya. Amien menyatakan Pertamina harus melaBisnis INDUSTRI KAMIS, 9 AGUSTUS 2018 I KORAN TEMPO 18 Aditya Budiman budiman@tempo.co.id Pertamina Siapkan Investasi US$ 237 Juta di Blok Sanga Sanga Perseroan akan melakukan eksplorasi untuk menjaga produksi yang menurun. kukan eksplorasi untuk menambah produksi. Menurut dia, masih ada sumur-sumur baru yang berpotensi meningkatkan minyak dan gas di wilayah kerja Sanga Sanga. Sebagai langkah awal, anak usaha Pertamina, Pertamina Hulu, akan melakukan eksplorasi dua sumur. “Tantangannya ialah bagaimana menemukan dan berproduksi dengan efisien,” kata dia.

SKK Migas mencatat produksi minyak di Blok Sanga Sanga selama semester I 2018 mencapai 7.674 barel per hari (bph). Pencapaian itu meleset dari target produksi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebanyak 10 ribu bph. Sedangkan produksi gas bumi dari Januari sampai Juni 2018 sebesar 97 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Adapun APBN 2018 mematok produksi mencapai 80 MMSCFD. Direktur Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso, mengakui upaya mempertahankan produksi tidak mudah. Salah satu faktor terbesar ialah usia sumur yang sudah tua.

Menurut dia, selain karena sudah lama tak melakukan eksplorasi secara natural, terjadi pengurangan cadangan migas Blok Sanga Sanga. Bambang mengatakan ada tiga cara untuk mengoptimalkan produksi di wilayah kerja yang sudah berusia 50 tahun itu. Pertama, mengoptimalkan fasilitas yang ada di permukaan atau sumur. Kedua, mengintegrasikan operasional produksi dengan blok atau wilayah kerja lainnya di sekitar Sanga Sanga. Ketiga, melakukan eksplorasi atau mencari sumur baru. “Harus berani ambil risiko mencari cadangan yang belum ditemukan (eksplorasi),” ujarnya.

20 Tahun tanpa Eksplorasi

Presiden Virginia Indonesia Company (Vico) Tumbur Parlindungan memproyeksikan masih ada potensi minyak dan gas di Blok Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menurut dia, potensi yang bisa digenjot tiga sampai empat kali dari produksi saat ini. “Potensinya besar. Sebab, sudah 20 tahun tidak melakukan eksplorasi,” ujarnya di Kutai Kartanegara, Selasa malam lalu. Keputusan tidak melakukan eksplorasi, kata Tumbur, disebabkan tidak ada kejelasan perpanjangan kontrak. Adapun masa kontrak pengoperasian wilayah kerja Sanga Sanga tak lama lagi akan berakhir. Menurut dia, produksi minyak dan gas pada akhir Juli 2018 masingmasing sebesar 10.753 barel per hari (bph) dan 80,7 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).

Direktur Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso mengatakan perusahaan akan berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas di wilayah kerja Sanga Sanga, dengan investasi US$ 237 juta. Tahun ini akan dilakukan pengeboran di dua sumur dan tahun berikutnya meningkat menjadi 29 sumur. “Harapannya, produksi bisa kembali ke awal,” kata dia. Vico tercatat memulai produksi di Sanga Sanga pada 1972. Jumlah minyak dan gas yang dihasilkan masih di bawah 10 ribu bph dan 200 MMSCFD. Puncak produksi Vico terjadi pada periode 1990-2000. Saat itu, minyak yang dihasilkan rata-rata mencapai 40-50 ribu bph dan gas sebanyak 1.000-1.700 MMSCFD. Namun penurunan drastis terjadi memasuki 2007. Sejak itu, produksi migas Vico melorot 70 persen.

Penurunan terus bertambah pada 2015 sebesar 40 persen. Direktur Pertamina Hulu Sanga Sanga, Andi Wisnu, menyatakan hal utama yang membuat Pertamina optimistis mengelola wilayah kerja itu karena masih adanya potensi. Selain itu, dekatnya wilayah kerja Sanga Sanga dengan Blok Mahakam bisa mendorong efisiensi dalam pengoperasiannya. “Masih adanya potensi yang kami tawarkan untuk dikelola Pertamina,” kata dia. Blok Sanga Sanga diperkirakan masih memiliki estimasi kumulatif produksi sebesar 258 juta barel setara minyak (MMBOE). Kendati kondisi lapangan sudah tua, pemerintah berharap Pertamina bisa menahan laju penurunan produksi. Wilayah kerja Sanga Sanga berpusat di Muara Badak, di pesisir timur Kalimantan Timur. Pada 1973, Vico awalnya menemukan minyak, dan pada 1977 mulai menemukan gas. Sampai hari ini, ada tujuh lapangan gas di wilayah kerja itu