THE TRUE 911 CONTENDER

setelah kemunculan perdananya di ajang pameran akbar oto- motif baru-baru ini, AMG GT S menjadi buah bibir yang dianggap sebagai penantang 911 Turbo S. Sepintas, pro­ l eksterior dengan karakter klasik long nose AMG GT S, ia terlihat mirip dengan SLS AMG yang lebih dulu diperkenalkan pada 2012. Padahal, AMG GT S merupakan mobil yang seluruhnya berbeda. Penggunaan bodi aluminium bercampur serat karbon dan dihilangkan pintu gullwing, menjadi cara engineer Mercedes-Benz dalam mereduksi bobot ken daraan.

Pun begitu dengan kapasitas mesin le bih kecil serta dimensi yang lebih pendek. Melihat tampilannya, kami berasumsi bahwa ia memiliki kecenderungan lebih berat di bagian depan. Kami pun mencoba ma suk, lalu menyalakan mesinnya dengan menekan tombol start/stop engine di konsol tengah. Suara merdu yang menderu rendah pun menyambut. Suaranya kini lebih berkarakter se perti Muscle Car ketimbang sebuah sportscar. Kian terasa nyaman saat berkendara dengan bucket seatdan lingkar kemudi berbalut kulit suede alcantara.

Pengaturan posisi duduk pun sangat mudah de ngan sistem elektris. Namun visibilitas yang terbatas menjadi isu penting pada AMG GT S ini, meng ingat 911 Turbo S memiliki visibilitas yang lebih baik untuk digunakan di jalan raya. Dengan kap mesin yang lebih panjang, kaca depan landai, dan pilar C yang melebar cukup menyulitkan kami untuk melihat kondisi sekitarnya. Kami mencoba kelima mode berkendara yang disediakan yakni Individual, Comfort, Sport, Sport+ dan Race. AMG GT S memberikan performa terbaiknya pada mode Race.

Suspen si menjadi lebih kaku, transmisi lebih sigap, dan deru knalpot berubah menja- di lebih agresif sehingga membuat adrenalin pengemudi kian terpacu dan lebih percaya diri untuk mela ju cepat. Handling-nya dirasa cukup tajam dan presisi, penggunaan suspen si double wishbone dan power steering hidrolis, memastikan cengkeraman di aspal sangat baik dan mampu memberikan feedback cukup pada kemudinya. Alhasil, Anda tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Perlu diketahui distribusi bobot pada AMG GT S ini hampir mendekati angka sempurna dengan rasio 47% di bagian depan dan 53% di bagian belakang.

Semua ini terwujud de ngan penempatan mesin di de pan yang lebih dekat ke kabin dan girboks diletakkan di bagian belakang. Mesin baru yang digunakan dengan kode produksi M178 berkapasitas 3.982 cc V8 Biturbo. Saat kami coba berakselerasi, respons mesin dan pedal gas terasa sangat ganas, pun begitu lag pada turbonya, sangat minim. Berkombinasi dengan transmisi 7-percepatan AMG Speedshift kopling ganda membuat performa AMG GT S terasa makin sempurna.

Perpindahan gigi sangat cepat walaupun masih terasa sedikit jeda saat Anda melakukan downshift menggunakan pedal shiftnya. MercedesBenz mengklaim 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 3,8 detik. Sayangnya ia masih 0,9 detik lebih lambat dari klaim Porsche 911 Turbo S. Sementara kecepatan maksimumnya mampu mencapai 310 km/jam. Terlepas dari isu visibilitas yang kurang baik, semua pengembangan dan pengurangan bobot yang dilakukan Mercedes-Benz berbuah manis.

Ia mampu memberikan kesenangan berkendara dan banderol harga yang lebih murah dari 911 Turbo S. Dengan harga Rp 4,5 miliar (o­ -the road), ia mampu menjadi pesaing cukup ketat bagi 911 Turbo S yang dijual dengan harga estimasi Rp 6,5 miliar. Tidak lupa AMG GT S dilengkapi dengan ­ tur-­ tur dan kepraktisan lebih yang tidak dimiliki 911 Turbo S, seperti panoramic roof, auto start/stop, seat heater dan kapasitas bagasi Bucket seat berlapis suede alcantara dan panoramic roof yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *