Usir Bosan Saat Cuti

Cuti yang terlampau panjang jelang melahirkan bisa saja membuat Mama bosan. Tenang, Ma, pilihan kegiatan ini bisa Mama lakukan. Masa cuti mestinya menye- nangkan, ya, Ma. Namun, andai bisa memilih, mungkin Mama ingin cutinya diambil mendekati hari kelahiran saja.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Kalau bisa, sih, baru ambil cuti H-1 dari HPL (hari perkiraan lahir), sehingga Mama punya lebih banyak waktu untuk bersama sang buah hati tercinta di tiga bulan awal kehidupannya. Sayangnya, keinginan tak selalu sejalan dengan kenyataan, karena ada perusahaan yang berpegang teguh pada UU Ketenagakerjaan yang menyatakan cuti hamil selama 1,5 bulan sebelum saatnya melahirkan dan cuti melahirkan selama 1,5 bulan sesudah melahirkan, sesuai perhitungan dokter obgin atau bidan.

Nah, bila perusahaan tempat Mama bekerja termasuk yang menerapkan aturan tersebut, jangan buru-buru kesal, ya. Tujuan dari dibuatnya aturan tersebut tentu baik. Masalahnya, mau ngapain selama 1,5 bulan itu? BERGERAK BIKIN MAMA LEBIH HAPPY! Walau kehamilan sudah semakin besar, pergerakan Mama juga menjadi lebih terbatas, liburan tak mesti dihabiskan sambil berbaring di tempat tidur atau sofa. Bersantai di hari-hari pertama cuti memang terasa menyenangkan, ibarat perayaan setelah bebas dari rutinitas kantoran.

Namun, setelah lewat dari seminggu, umumnya Mama menjadi bosan, sehingga tak menutup kemungkinan, Mama jadi uring-uringan dan gampang kesal lantaran tak ada kegiatan. Lagi pula, seperti dikatakan dr. Mery Liong, SpOG, bila mamil terlalu lama berdiam diri, mungkin tak hanya bosan yang akan Mama rasakan, melainkan juga keluhan kehamilan. “Di trimester ketiga, janin yang sudah semakin besar, bisa membuat mamil merasakan beberapa keluhan, seperti: sakit punggung atau kaki bengkak. Bila mamil hanya berdiam diri, keluhan-keluhan tersebut bisa semakin terasa.

Sebaliknya, dengan tetap bergerak aktif atau melakukan aktivitas positif, diharapkan fokus mamil akan teralihkan dari berbagai macam keluhan kehamilan yang sifatnya ringan,” papar Mery. Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Montreal mendapati, perempuan hamil yang bergerak aktif minimal 20 menit setiap hari, berpotensi melahirkan bayi pintar di kemudian hari.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *